15

1481 Words

"Aku lebih suka kamu marah-marah kaya biasanya dari pada cuma diam seperti sekarang." Arsjad akhirnya mengeluarkan suara setelah cukup lama diabaikan oleh gadis yang berdiri di sampingnya. "Gue capek!" Ketus Marsha. Gadis itu melemparkan pandangannya ke langit gelap yang menjatuhkan titik-titik air ke tanah. "Mending kita pulang dari pada nunggu gak jelas di sini." Sambungnya lagi. "Tapi hujan deras, Ca." "Gak papa, gue bisa pulang sendiri naik angkot." Debat gadis sambil berjalan mendahului Arsjad menuju tempat di mana motor lelaki itu di parkir. Arsjad menarik napas sambil memejamkan matanya. Berdebat dengan gadis itu bukanlah hal yang menyenangkan terutama kalau dirinya juga lelah dan  butuh istirahat. "Terserahlah!" Suara Arsjad terdengar kesal. Kemudian lelaki itu beranjak dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD