Kepulanganku yang hanya sehari, ternyata sangat berpengaruh terhadap ketenanganku. Aku tidak lagi berlebihan mencemaskan Kang Handi, sebab aku tahu suamiku dikelilingi orang-orang yang peduli dan siap membantunya. Tiga atau empat hari sekali, Kang Handi menelepon, entah melalui ponsel Teh Yuni, ibu kontrakan, atau milik tetangga, hal itu rutin dilakukannya. Aku senang mendengar suaranya yang terdengar lebih hidup setelah begitu lama dinaungi keputusasaan. Kang Handi memintaku untuk fokus kerja saja, tidak boleh terlalu mencemaskannya, pria itu mengaku tidak kekurangan bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Aku sungguh lega mendengarnya. Hari-hariku usai libur menjadi jauh lebih baik. Aku bisa makan dengan baik, bisa tidur nyenyak tanpa dibayang-bayang mimpi buruk. Pekerjaan sehari-har

