16

1558 Words

Bahagia, tentu saja, aku tiada dapat memupus senyuman kala hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Bukan hanya akan menerima gaji, hari itu juga aku akan pulang untuk menengok Kang Handi. Semalam aku sampai tak dapat tidur saking bahagianya, tak sabar menanti matahari terbit. Secara langsung Simon memberikan ijin, memperbolehkan aku pulang sebulan sekali. Ia berdalih agar aku bisa bekerja lebih fokus, tidak banyak melamun memikirkan keadaan rumah. Pria itu ternyata masih memiliki hati, bukan monster mengerikan tak memiliki belas kasihan seperti yang pernah dikatakan Mbok Nah. Sikapnya padaku melunak sejak percakapan singkat kami di ruang abu-abu. Walau masih tidak menunjukkan ekspresi selain datar dan dingin, tetapi setidaknya ia bersedia menerimaku kala aku membutuhkannya untuk bicara.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD