"Aku menghargai keinginanmu untuk bercerai. Tapi, aku tidak mau lepas tanggung jawab begitu saja. Jadi ...." Nathan menatap tajam sang istri yang kini sedang menatapnya dengan sepasang mata bulat. "Jangan pernah memintaku untuk menceraikanmu! Aku tidak akan pernah melakukan perceraian, kecuali kamu benar-benar menyerah dan aku melihatmu menderita. Aku akan berusaha menjaga amanah yang diberikan bapak sama mamak kepadaku. Tetaplah tenang dan ngomong kalau ada hal membuatmu tidak nyaman." Nathan berjalan ke arah dapur dan menyimpan kotak obat di salah satu lemari yang ada di sana. Mendengar apa yang diucapkan oleh Nathan membuat Wulan tersipu. Kini pipinya berubah menjadi semerah tomat. Sebuah senyuman tersungging di bibir Wulan. Akan tetapi, saat Nathan kembali ke meja makan, Wulan menel

