Yasmin terpaku pada sosok pria di depannya. Pria yang sama persis dengan apa yang baru saja ia lihat dari pigura besar di ruangan itu. Saat pria itu mendekat, aroma kayu manis dan musk menyeruak menusuk ke dalam hidung Yasmin, menyiratkan kesan mewah, elegan, dan dalam. Sangat kuat dan mendominasi. "Siapa Kau? Apa yang Kau lakukan di rumahku?" Suara berat dan dingin membuat dad@ Yasmin berdesir. Entah mengapa suara Abraham terdengar penuh intimidasi. Meski begitu, Yasmin cepat-cepat berusaha untuk menguasai diri. Ia tak boleh terlihat gugup di depan seseorang yang akan menentukan apakah ia diterima bekerja di rumah itu atau tidak. "Saya Yasmin, Tuan. Saya melamar sebagai asisten baru di rumah ini." "Asisten?" lirih Abraham. Matanya terpaku menatap manik mata Yasmin dengan intens. Ia ta

