Yasmin memasuki kamar Abraham. Udara yang berhembus dari mesin penghangat ruangan membuat tubuhnya sedikit lebih nyaman. Abraham berjalan mengitarinya. Pria itu berhenti tepat di hadapannya. Wajahnya masih menegang setelah apa yang terjadi pada Ara. "Bagaimana Ara bisa jatuh ke kolam renang?" tanya Abraham dingin, tatapannya menusuk tajam pada mata Yasmin. Yasmin menelan saliva, sesekali ia mengusap lengannya yang kembali menggigil. "Saya... Saya sedang berjalan ke ruang loker untuk mengambil barang-barang. Lalu saya mendengar sesuatu masuk ke dalam air. Saat saya mencari asal suara tersebut, Ara sudah setengah tenggelam," terang Yasmin dengan suara bergetar. Abraham diam mencerna kata-kata Yasmin. Sesaat kemudian ia mengangguk seolah menerima penjelasan tersebut. Pria itu lantas berb

