Abraham merebut kertas dari tangan Salim. Ia membaca apa yang tertera dalam lembaran tersebut. "Nyonya Daniella masih melakukan beberapa transaksi besar sehari setelah dia menghilang, Tuan," terang Salim. Bibir Abraham bergerak miring, senyum tipis tersungging. "Pakaian, sepatu, beberapa aksesoris dan handphone. hmm.. Kau memang berniat bersembunyi dariku rupanya.. " batin Abraham. Ia meletakkan kertas bukti transaksi di atas meja kerja kemudian menautkan kedua telapak tangannya sambil berfikir. "Anda ingin saya melakukan apa lagi, Tuan?" tanya Salim. Abraham tidak langsung menjawab. Ia beralih memandang ke luar jendela. Sesaat kemudian ia kembali menatap asistennya. "Untuk saat ini cukup, Salim. Aku hanya ingin fokus pada acara Ara. Meski begitu Kau harus tetap memantau berita apap

