Prolog
Kurasakan tanganku bergetar memegang ponsel dengan kamera menyala. Aku membekap mulutku sendiri menyadari apa yang kulihat di depan mataku.
"Tidak!! tidak!! apa dia tewas??! apa yang sudah aku lakukan padanya?!!!" kata suamiku, berdiri tepat di samping seorang perempuan yang tergeletak di lantai.
"Abraham, Apa yang terjadi pada perempuan ini bukan salahmu! Aku akan menanggung semuanya!!" sergah Deborah, ibu mertuaku.
Kurasakan kakiku tak kuat lagi untuk menopang tubuh ini. Perlahan aku berbalik, langkahku terhuyung melewati koridor sunyi penuh rahasia, dad@ ini terasa begitu sesak seakan tak ada udara yang memasukinya, aku berlari semampuku, membawa rahasia di balik ketenangan pria yang selama ini aku kenal.
Aku : Daniella Zara tak pernah berfikir akan memiliki kehidupan serumit ini. Pernikahan yang aku bangun atas dasar cinta berubah menjadi mimpi buruk. Setelah apa yang aku lihat di basement malam ini, rasanya sulit sekali untuk bertahan hidup. Aku tak bisa lagi hidup dengan kebohongan.
Kesetiaan yang aku berikan untuk suamiku telah dihancurkan. Aku tak bisa mempercayai pria yang kutahu hanya mencintaiku itu lagi. Gelas yang ia pecahkan tak lagi bisa disatukan. Malam ini akan menjadi malam terakhir kehidupanku bersamanya.
Aku siap meninggalkan segala kemewahan yang didambakan semua orang. Tekadku hanya satu : mengungkap kebenaran. Tapi sebelum itu semua terjadi, aku harus membawa putri semata wayangku ke tempat yang aman. Aku tak akan membiarkan peri kecilku terjebak di dalam neraka ini. Tidak akan pernah!!