Hector tersenyum mendengar kalimat yang sangat menyejukkan hatinya. Hector tahu yang dimaksud Bella adalah dirinya. Dalam kalimat itu, sebenarnya Bella juga ingin menyampaikan pesan pada Hector bahwa dia tidak sama dengan Emily. Bella adalah wanita yang setia dan tidak akan pernah mau menjalin hubungan dengan pria lainnya.
Bella pun hari ini merasa kesejukan menjalar dalam hatinya, dia tidak pernah menyangka akan diperlakukan semanis ini oleh Pangeran Hector. Pangeran Hector tidak pernah mempedulikannya sedikitpun dan kini, setelah bertahun-tahun memendam cinta yang tak pernah berubah, Bella bisa merasakan betapa bahagianya diperhatikan oleh Hector seperti ini.
***
“Mau jalan-jalan?” tanya Hector.
“Ke mana? Terakhir kamu mengajakku jalan-jalan, kekasihmu menyerangku… Masih mau mengajakku jalan-jalan?” tanya Bella sambil tersenyum.
“Maafkan aku, Belle. Seharusnya aku bisa menjagamu dengan baik.”
Tangan Hector tampak ragu-ragu ingin membelai rambut Bella, membuat Bella tersenyum.Pangerannya ini memang sangat manis…
“Bisa bantu aku duduk di kursi roda itu?”
Bella menunjuk ke arah kursi roda yang pagi ini dibawakan oleh perawat ke kamarnya.
Hector mengangkat tubuh Bella. Wajah Bella sangat dekat dengan wajah Hector. Ada detak tak beraturan yang berasal dari di dadaa Hector.
“Ehemm…” Bella berdehem membuyarkan lamunan Hector yang sedang memandangi wajahnya tanpa berkedip, “aku cantik bukan?” tanya Bella dengan percaya diri.
Hector tersenyum, “Iya…”
Hector segera membawa Bella ke atas kursi roda.
“Kita mau jalan-jalan ke mana, Pangeran?”
Bella menoleh ke arah Hector yang bersiap mendorong kursi rodanya.
“Kita ke taman, ya!” seru Hector.
Bella mengangguk, matanya berbinar-binar.
***
Pagi ini terasa sangat segar, Bella menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya sambil memejamkan mata. Hector duduk di sampingnya di sebuah bangku taman rumah sakit.
“Kalau aku menjadi calon istrimu, lalu Emily akan jadi wanita simpananmu?” goda Bella.
"Kenapa berpikiran seperti itu?" tanya Hector.
"Kamu tidak mungkin meninggalkannya, bukan? Kamu sangat mencintainya. Aku menyadari posisiku."
Bella menyunggingkan senyum, membuat wajahnya terlihat cantik.
“Aku menemui Emily untuk mengakhiri hubungan kami,” jawab Hector sambil menghela napas.
Bella memandang Hector dengan serius, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Hector.
“Tapi kenapa? Bukankah kamu sangat mencintainya?”
Hector terkekeh, “Kamu sungguh aneh, Belle…”
“Aku?” mata Bella membulat, “kenapa aku aneh?”
“Aku meninggalkan Emily supaya bisa bersamamu, kamu malah bertanya kenapa…”
“Aku kira, kamu menjadikan aku calon istrimu namun kamu juga akan tetap menemuinya…”
“Apa?? Bisa-bisa Ratu dan Ibu Suri akan membunuhku!”
“Kamu masih mencintainya?” pertanyaan Bella tepat menembus jantung Hector.
Hector terdiam, pandangannya menyapu seluruh taman bunga yang indah. Bella tahu tak semudah itu Hector akan melupakan cintanya. Mereka berdua sama-sama diam, menikmati keheningan lewat angin yang meniupkan kesejukan.
“Kalau aku jadi istrimu, apakah kamu akan tetap mencintainya?” tanya Bella sekali lagi.
Kali ini Hector memandang Bella, “Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu.”
Bella tersenyum ke arah Hector lalu menundukkan kepalanya. Sesaat, Bella sempat ragu. Apakah benar yang dikatakan Hector? Apakah langkah yang diambilnya ini sudah tepat?
“Aku rasa sudah saatnya kita kembali ke kamar, Pangeran. Aku ingin beristirahat.”
“Baiklah…”
Hector berdiri dari tempatnya duduk kemudian mendorong kursi roda Bella.
***
Hector dan Bella masuk ke dalam kamar tempat Bella di rawat. Di dalam kamar sudah ada Agatha dan Luigi yang tampak cemas menunggu kedatangan mereka.
“Dari mana saja!” tanya Luigi ketus.
“Kami hanya mencari udara segar di taman, Lui! Kenapa begitu galak!” protes Bella.
“Maafkan aku tidak meminta izin terlebih dahulu kalau akan mengajak Bella jalan-jalan mencari udara segar.
“Aku keluar sebentar!” Luigi menghindari Hector.
Setelah Luigi keluar, Agatha menyampaikan permintaan maafnya pada Hector.
“Mohon maafkan Luigi, Pangeran. Dia sepertinya masih marah pada Anda karena kejadian kemarin. Luigi kecewa karena Anda meninggalkan Bella saat masih belum sadarkan diri,” jelas Agatha.
“Tidak apa-apa, Nyonya. Bukan sekali ini saya dan Luigi berselisih paham. Saya akan berbicara dengannya setelah suasana hatinya lebih baik,” jawab Hector.
“Tapi tetap saja saya sangat tidak enak dan merasa tidak bisa mendidik anak saya dengan baik, Pangeran.”
Hector menggenggam tangan Agatha.
“Tidak apa-apa, Nyonya. Percayalah…” jawab Hector.
“Baiklah, sebaiknya saya menyusul Luigi dan bicara dengannya.”
Agatha kembali meninggalkan Bella dan Hector supaya keduanya bisa lebih leluasa berbicara.
***
“Jangan katakan kamu juga akan meminta maaf untuk Luigi, Belle…”
Hector melihat raut wajah Bella yang murung saat Luigi bersikap tidak sopan pada Hector.
“Sebenarnya, Lui adalah orang yang menentang keras keputusanku untuk menerima permintaan dari Ratu dan Ibu Suri.”
Hector tersenyum.
“Mungkin karena dia tahu bagaimana hubunganku dengan Emily,” jelas Hector.
Bella menghela napasnya.
-hening-
“Selamat pagi, Belle!”
Tiba-tiba dari balik pintu muncul Ratu Tyara dan Ibu Suri Anne.
“Mama? Oma?” Hector terkejut melihat kedatangan keduanya.
“Wah, wah, wah! Kejutan yang istimewa kita bisa bertemu di sini, Hector!” Ibu Suri memeluk Hector dan Bella bergantian.
“Apakah kami mengganggu?” tanya Ratu Tyara sambil tersenyum.
“Tidak, Yang Mulia! Kami hanya mengobrol,” jawab Bella tersipu malu.
“Kemarin kami sudah datang kemari untuk menjengukmu tapi kamu belum sadar, Belle! Jadi, kami kembali ke istana,” jelas Ratu Tyara.
“Maaf jadi merepotkan Anda, Yang Mulia…” jawab Bella.
“Ah! Tidak! Kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu, Belle!” jelas Ratu Tyara.
“Bagaimana lehermu?” tanya Ibu Suri sambil mengamati perban di leher Bella.
“Tidak apa-apa hanya luka, Ibu Suri. Kata dokter akan sembuh dengan cepat,” jawab Bella.
“Apakah akan meninggalkan bekas?” tanya Ibu Suri cukup serius.
“Menurut dokter lukanya akan bertahan beberapa waktu, namun setelah itu dokter akan melakukan perawatan supaya tidak meninggalkan bekas,” jawab Bella.
“Ah, syukurlah! Aku lega mendengarnya. Kamu adalah seorang model, Belle, kalau sampai ada bekas luka di lehermu tentu saja akan mengganggu pekerjaanmu, Sayang!” ucap Ibu Suri.
“Dan kau, Hector! Aku tidak melihatmu menemani Bella kemarin, ke mana saja kamu?” Ratu Tyara mencecar Hector dengan pertanyaannya, “kamu menemuinya?!”
“Iya, Ma. Maafkan aku karena aku harus menyelesaikan masalah dengan Emily,” jelas Hector canggung.
“Jangan sebut namanya di depanku, Hector!” Ratu berteriak, “bagaimana bisa wanita seperti itu menarik hatimu?!”
“Mama, haruskah kita membicarakan masalah ini sekarang?” Hector memberi kode kepada mamanya sambil melirik Bella.
Ratu Tyara menghela napasnya, “Sebelum Bella kembali ke London, kami akan mengumumkan pertunangan kalian.”
Kali ini Hector tidak menolak. Keputusannya mengakhiri hubungan dengan Emily artinya Hector harus siap menjalin hubungan serius dengan Bella.
***
Hector berjalan menuju ke taman seorang diri. Hector berniat menyelesaikan permasalahannya dengan Luigi. Hector duduk di samping Luigi yang saat ini sedang duduk bersandar di kursi taman sambil memejamkan mata.
“Kamu jadi mengundurkan diri dari tugasmu sebagai pengawal pribadiku?”
Luigi terkejut lalu membuka matanya saat mendengar suara Hector.
“Kalau diizinkan aku akan mengundurkan diri!”
“Apa alasanmu??” tantang Hector.
“Aku tidak mau melihatmu mengecewakan Bella!”
“Apa karena aku menemui Emily lalu kamu semarah ini?!” tanya Hector.
Luigi menghembuskan napasnya dengan kasar.
“Apakah harus kujawab pertanyaanmu itu?!” balas Luigi kesal.
“Aku menemui Emily untuk memutuskan hubunganku dengan Emily…”
Luigi tertawa, “Semudah itu kamu melepaskannya?! Aku tidak percaya! Aku satu-satunya orang yang tahu bagaimana saat kamu menemuinya, Hector! Dan sekarang kamu mau mendekati adikku?? Dasar bajingann!”
“Terserah kamu mau mengatakan aku dengan sebutan apa, Lui! Kalau kamu juga sudah tidak mau bekerja sebagai pengawal pribadiku, tolong segera hubungi kantor sekretariat istana untuk mengatakannya! Satu hal yang mau aku sampaikan padamu, aku akan berusaha menjalin hubungan yang serius dengan Bella! Aku pastikan itu!”
Hector melangkah pergi meninggalkan Luigi yang terdiam dalam kemarahannya.
Seminggu sebelum pertunangan
drrrt... drrrrtt... drrrtt...
“Halo?”
[Hector ini aku Emily.]
“Ada apa lagi, Em! Aku akan menutup teleponnya!”
[Hector! Tolong jangan tutup teleponnya!]
“Apa yang kamu inginkan?!”
[Aku ingin bertemu denganmu dan Bella.]
“Apa? Tidak! Aku tidak mau hal yang sama terulang lagi!”
[Tidak Hector, aku hanya ingin bicara. Kamu boleh tentukan tempatnya!]
“Akan kubicarakan dengan Bella. Nanti akan kuhubungi lagi.”
***
Bella sedang berkebun bersama Ibu Suri saat Hector mencarinya. Bella mengikat rambutnya ke atas dan selalu ceria selama menemani Ibu Suri berkebun. Hector tersenyum melihat Bella yang rela berkotor-kotor untuk menemani Ibu Suri. Hector mengurungkan niatnya dan memilih bicara dengan Bella setelah makan siang.
Setelah makan siang
“Belle, bisakah kita bicara sebentar?” Hector mencegah Bella yang hendak menuju ke mobil bersama Ratu.
“Ada apa, Hector? Mamamu menungguku,” Bella memandang ke arah mobil Ratu Tyara.
“Ada acara apa dengan Mamaku?” tanya Hector.
“Kami akan mengunjungi butik, Mamamu memintaku untuk melihat-lihat gaun pertunangan,” jawab Bella, “ada apa?”
“Emily minta bertemu kita berdua,” jelas Hector.
“Apa??” Bella terbelalak.
***
Hector telah memutuskan untuk menemui Emily di istana supaya hal-hal yang membahayakan mereka berdua, terutama membahayakan Bella, tidak terjadi. Emily memasuki istana dengan protokol keamanan yang ketat. Setelah melalui beberapa pemeriksaan, akhirnya Emily dipersilakan masuk.
Emily menggunakan dress warna cokelat, rambutnya yang bergelombang tergerai di atas bahu. Sejak remaja Emily memang sangat percaya diri dan senang menjadi pusat perhatian. Sifatnya itu sempat menarik perhatian Pangeran Hector.
Hector duduk di samping Bella agak berjauhan dan Emily duduk di hadapan mereka.
“Apa yang ingin kamu bicarakan, Em?” tanya Hector.
“Aku dengar kalian akan bertunangan minggu depan?” tanya Emily.
“Ya. Aku juga mengucapkan selamat karena kamu dan Petter bersama lagi,” ucap Hector sinis.
Emily tertawa lepas, “Itu tidak seperti yang kamu bayangkan, Hector!”
Emily memandang Bella yang sejak tadi hanya diam saja. Bella duduk dengan anggun di sebelah Hector. Dalam diam, Bella bisa merasakan ada api cemburu antara Hector dan Emily.
“Tidak ku sangka, akhirnya kamu memilihnya Hector! Dia gadis pindahan itu, bukan?” Emily berbasa-basi walaupun sebenarnya Emily sangat tahu siapa Bella.
“Em, sopanlah!” Hector memperingatkan Emily.
Bella tersenyum ceria, “Benar, Emily! Aku gadis pindahan itu, ehmm ... mungkin maksudmu gadis pengungsi?”
“Ahhaa... benar! Benar sekali Bella! Kamu bisa membaca pikiranku?” tanya Emily mengejek.
“Gadis pengungsi yang karena kerja kerasnya sekarang bisa sejajar dengan para bangsawan, Em?” balas Bella.
Emily hanya diam sambil memutar bola matanya karena muak mendengar kata-kata Bella.
“Jangan buang-buang waktu, Em! Bisakah kamu katakan maksud tujuanmu kemari?” tanya Hector sekali lagi
“Aku tahu kamu masih mencintaiku, Hector!”
Hector tertawa, “Ayolah, Em!”
“Ya… ya! Aku tahu kamu masih mencintaiku! Ayolah, Hector!”
Bella melipat tangannya, “Kamu ke sini hanya mau mengatakan itu, Em? Buang-buang waktu sekali, aku permisi!”
Bella berdiri hendak meninggalkan ruangan.
“Tunggu, Bella! Aku ke sini untuk menawarkan kesepakatan!”
Bella menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Emily.
“Kesepakatan katamu? Untuk apa aku membuat kesepakatan denganmu?” jawab Bella sinis.
“Kamu tahu Hector masih mencintaiku, aku menawarkan tantangan!”
“Apa maksudmu?” Bella mengerutkan dahinya.
“Kita akan berbagi Hector!”
“Apa??” Bella terbelalak.
Emily melanjutkan, “Ya! Tantangan itu akan berlaku seperti ini, Hector akan bersamaku 3 hari lalu 3 hari kemudian dia akan bersamamu! Setelah itu Hector akan memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya dengan siapa sebelum hari pertunangan kalian!”
“Kamu gila, Em!” Hector menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Bagaimana, Belle?” tantang Emily.
Bella terdiam beberapa saat.
“Baiklah, aku terima. Tapi kesempatan 3 hari yang pertama harus kamu berikan padaku!” jawab Bella.
“Belle!” protes Hector.
“Baiklah, setuju!” Emily berdiri dari tempat duduknya, “Tapi ingat Belle, hari pertama akan berlaku besok pagi!”
“Besok pagi?” Bella memandang Emily dari sudut matanya.
“Ya, apa kamu keberatan?” tanya Emily.
“Ah, tidak. Hari ini pun tidak masalah,” jawab Bella dengan santainya.
Emily tertawa seolah mengejek Bella, “Besok saja, Belle. Kamu tidak tahu betapa pentingnya tantangan ini? Aku ingin bersaing dengan sportif!”
“Kalian berdua keterlaluan! Kalian anggap apa aku ini?” Hector sangat marah.
“Kalau kamu mau menyebutkan pilihanmu sekarang, aku akan membatalkan tantangan ini, Hector!” ucap Emily.
Bella dan Emily memandang Hector menunggu jawaban yang terucap dari Hector, namun Hector hanya diam. Sadar kalau kedua wanita itu memandangnya, Hector berdiri lalu keluar dari ruangan itu tanpa berpamitan pada mereka. Hector sangat marah!
Tbc