2. Bella de Lorraine

1336 Words
Seorang wanita yang sangat cantik berhasil menarik perhatian pengunjung di Bandara Internasional Querencia. Wanita ini menarik perhatian bukan karena menggunakan baju seksi, bajunya malah sangat tebal dan tertutup mengingat bulan ini memasuki musim dingin di Querencia. Wanita ini menarik perhatian karena dia adalah sang super model Bella de Lorraine. Super model cantik berdarah Italia yang sedang naik daun. Rambut keemasan yang terurai indah, mata cokelat pekat yang sangat cantik, dan senyum menawan adalah ciri khasnya. Bella melakukan sambungan telepon ‘Halo, Luigi? Di mana kamu? Aku sudah menunggumu cukup lama!’ ‘Ya, ya... Belle aku sedang dalam perjalanan. Tunggulah sebentar!’ ‘Berapa lama lagi, Lui?’ ‘Paling cepat setengah jam lagi, Belle.’ ‘Baiklah dan cepatlah, Lui!’ Bella berjalan menuju ke sebuah Coffee Shop. Bella memesan kopi sambil beristirahat menunggu Luigi, kakak satu-satunya yang dimiliki dan disayangi oleh Bella. Luigi sekarang bekerja sebagai pengawal pribadi Pangeran Querencia. Luigi dan ibunya tinggal di apartemen pegawai istana di kompleks istana Querencia. *** Di mobil Luigi Drrrttt.... drrrtttt.... drrrrtttt..... ‘Halo!’ Luigi menjawab panggilan masuk di ponselnya. ‘Luigi, aku akan menjemput adikmu. Kamu kembalilah ke istana!’ Hector Putra Mahkota Querencia sedang menelepon Luigi pengawal pribadinya. ‘Tapi, Yang Mulia!’ ‘Ini perintah dari Ibu Suri, Lui! Kembalilah ke istana.’ ‘Apakah Anda bersama Emily?’ ‘Ya, aku dan Emily yang menjemput adikmu! Kirimkan nomor ponselnya padaku untuk berjaga-jaga kalau dia tidak segera muncul dan katakan pada adikmu kalau aku yang menjemputnya! Suruhlah dia keluar, aku sudah menunggu di tempat parkir!” perintah Hector. Luigi mendengus kesal. Luigi tahu kalau adiknya, Bella, sangat menyukai Pangeran Hector. Bella pasti akan sangat kesal saat tahu kalau Pangeran Hector pujaannya itu mengajak Emily untuk menjemput dirinya di bandara. Luigi kembali menghubungi Bella untuk mengabarkan bahwa Hector yang akan menjemputnya. ‘Belle?’ ‘Sudah sampai, Lui?’ tanya Bella sambil menyeruput kopinya. ‘Keluarlah, Hector sudah menjemputmu di tempat parkir.’ ‘Apa? Hector? Bagaimana bisa Hector yang.... “ Luigi memotong kalimat Bella, “Sudah, cepatlah keluar!” Bella melangkahkan kakinya keluar dari bandara, matanya dipasang dengan cermat untuk menemukan mobil Hector. Akhirnya, setelah cukup lama mondar-mandir dan mencari, Bella berhasil menemukan mobil Hector. Bella berdiri di depan mobil Hector, dari dalam mobil tampak Hector dan Emily sedang memandanginya. Bella menghela napasnya, lalu tersenyum menawan, dan berjalan menuju ke mobil dengan gaya khas super model. Bella mengetuk kaca mobil Hector dua kali. Tok... tok... Hector membuka kaca jendela mobilnya. “Hai Emily,” Bella menyapa Emily terlebih dahulu sebelum menyapa Hector. Emily melengos, Bella tersenyum dengan senyum khas menawan seorang model cantik. “Pangeran Hector, kenapa jadi Pangeran yang menjemput saya? Saya seharusnya bersama Luigi, kakak saya.” “Jangan bersandiwara! Kau sudah tahu ini rencana Ibu Suri!” Bella terdiam mencerna kata-kata Hector. Tujuan Bella kembali ke Querencia sebenarnya adalah untuk berlibur serta berkumpul dengan keluarganya di momen natal dan tahun baru. Ibunya yang memintanya ke Querencia, bukan Ibu Suri. “Pangeran Hector, sebenarnya saya menghampiri Anda di tempat parkir ini hanya untuk mengatakan kalau saya tidak bisa ikut mobil Anda, Pangeran! Maaf, saya ada beberapa janji sebelum ke istana,” jelas Bella. Tanpa menanggapi Bella, Hector menaikkan kaca jendela mobilnya. Mobil Hector melaju meninggalkan Bella di bandara. Bella tersenyum dan melambaikan tangannya saat mobil Hector berlalu. “Huufft menyebalkan sekali,” gumam Bella. Bella akhirnya naik bus umum, Bella tidak keberatan harus berkeliling kota terlebih dahulu walaupun akan makan waktu yang lebih lama untuk sampai di istana. Bella juga memberikan senyuman yang menawan saat beberapa penumpang mengambil fotonya dengan kamera ponsel mereka. Menjelang siang, Bella akhirnya sampai di istana. Bella hendak langsung menuju ke kompleks apartemen pegawai istana di mana ibu dan kakaknya tinggal. Namun, kehadiran Bella disambut oleh beberapa pelayan yang langsung menyuruhnya ke apartemen Ibu Suri Anne. Bella mengenang kembali saat dia sering menjelajah istana dengan khayalannya sebagai seorang putri. Pelayan menyuruh Bella untuk masuk ke dalam ruang tamu apartemen Ibu Suri. Betapa terkejutnya Bella saat melihat Ratu Tyara, Ibu Suri Anne, dan Pangeran Hector di dalam ruang tamu. Bella yakin sudah terjadi sesuatu sebelum Bella datang, karena Ratu Tyara seperti sedang marah sedangkan Pangeran Hector tampak murung dan membuang muka. Walaupun canggung dengan situasinya namun Bella tetap melangkah dengan percaya diri mendekati Ratu Tyara dan Ibu Suri Anne. “Halo, Bella Sayangku!” Ibu Suri mencium kening Bella. “Selamat siang, Ibu Suri.” Bella memeluk dan mencium Ibu Suri. “Bella,” Ratu Tyara memeluk dan mencium Bella. “Selamat siang, Yang Mulia Ratu.” Bella tersenyum menawan lalu duduk di samping Ibu Suri. Bella merapatkan kakinya dengan sopan. Dia masih mengingat semua pelajaran yang didapatkannya ketika bersekolah di sekolah bangsawan dan mendapat kesempatan khusus untuk belajar etika tata krama sebagai seorang putri di istana sebelum dia menjadi super model. “Bagaimana kabarmu, Belle?” tanya Ratu Tyara. “Sangat bahagia, Yang Mulia. Terima kasih karena Yang Mulia sudah banyak membantu saya dan membukakan jalan untuk karir saya,” jawab Bella sopan. Ratu tersenyum, “Ah, tidak Belle! Kamulah yang berbakat sehingga bisa menjadi super model terkenal! Aku bangga padamu!” Wajah Bella merona, “Terima kasih, Yang Mulia.” “Berapa lama kamu akan tinggal?” tanya Ibu Suri. “Mungkin dua atau tiga minggu, Ibu Suri,” jawab Bella. “Oh, syukurlah kamu akan cukup lama di sini. Bella, maafkan Hector kalau tadi tidak menjemputmu dari bandara lalu mengantarmu ke istana.” Ibu Suri menggenggam tangan Bella. “Aku menjemputnya, Oma! Dia sendiri yang tidak mau!” protes Hector. Bella memandang Hector. “Saya sebenarnya menunggu Luigi, Ibu Suri. Tapi karena Luigi tidak datang maka saya memilih naik bus umum.” “Menyusahkan orang saja!” sanggah Hector yang tampak sangat kesal. “Hector!” Ratu Tyara menengahi. Bella menjelaskan pada Hector, “Maafkan saya, Pangeran Hector. Sebenarnya kalau Luigi menjemput, Luigi memang berjanji akan mengantar saya mengunjungi rumah beberapa teman lama. Saya tidak mau merepotkan, Anda.” “Apakah kamu tidak mau naik mobil Hector karena ada Emily di dalam mobil?” tebak Ibu Suri. Dunia Bella seketika tanpa udara. Bagaimana Ibu Suri bisa tahu? Tapi tentu saja itu tidak terucap. Bella hanya diam. “Apakah benar ada Emily di mobilmu, Hector?” tanya Ratu Tyara geram. Hector terdiam. “Jawab Hector!” teriak Ratu Tyara. “Iya, Mama!” “Aku sudah melarangmu, Hector!” Ratu Tyara sangat marah dengan suara bergetar. Sang Ratu meremas gaun yang dipakainya. “Tapi kenapa, Ma?!” protes Hector. “Kenapa katamu??” wajah Ratu memerah menahan kemarahan. Bella terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan. Bella merasa seharusnya tidak berhak berada di tempat itu dan mengetahui semua masalah pribadi anggota keluarga kerajaan. “Ratu, biarkan aku yang berbicara pada Pangeran,” Ibu Suri menengahi. Bella memberanikan diri berbicara, “Maaf, Ibu Suri, apakah saya boleh permisi? Saya tidak seharusnya mendengar dan terlibat dalam pembicaraan ini.” “Kamu harus tetap berada di sini, Bella.” Ibu Suri menyuruh Bella untuk tetap tinggal. Bella cukup terkejut dengan jawaban dari Ibu Suri. “Apa haknya!” Hector tampak marah. “Dengar, Hector! Kami melarangmu berhubungan dengan Emily karena dia sudah bersuami!” jelas Ibu Suri Anne. “Dia akan segera bercerai, Oma!” Hector membela Emily. “Tetap saja tidak bisa! Kamu calon raja dan pasanganmu tidak boleh seorang wanita yang sudah pernah bersuami! Atau kamu ingin kehilangan hakmu sebagai putra mahkota??” tantang Ibu Suri Anne. Hector terdiam. “Aku rasa dia tidak mau kehilangan posisinya, Ibu Suri.” Ratu Tyara membuat kesimpulan atas diamnya Hector. “Ya, Ratu. Memang sebaiknya begitu,” jawab Ibu Suri, “dengar Hector, sejak kecil Oma mengenalmu. Kamu adalah anak yang penurut dan berbakti. Tapi semenjak kamu tergila-gila pada Emily, kamu bukan Hector yang kami kenal lagi. Lihatlah, kamu sudah membuat Mamamu marah. Apakah itu Hector yang kami kenal?” Hector mulai menurunkan egonya dan merenungkan kata-kata yang diucapkan oleh Ibu Suri. “Bella ada di sini karena kami sudah memutuskan bahwa Bella adalah wanita yang pantas untuk menjadi calon istrimu!” jelas Ibu Suri. “Apa??!” teriak Hector dan Bella bersamaan. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD