3. Memori

1361 Words
Hector dan Bella harus ekstra sabar mendengarkan semua yang diucapkan oleh Ibu Suri, bagi Bella yang mencintai Hector, tentu saja perjodohan ini tidak menjadi masalah besar, namun bagi Hector tentu saja ini akan menjadi masalah yang sangat besar karena perjodohan ini akan mengganggu hubungannya dengan Emily. *** Flashback On Tujuh Tahun yang Lalu Bella dan Luigi melakukan perjalanan udara ke Querencia. Kepindahan mereka mengikuti sang ibu memang sangat mendadak. Nenek yang mereka sayangi meninggal karena usianya yang sudah lanjut. Agatha sang ibu memutuskan untuk memindahkan sekolah anak-anaknya ke Querencia. Agatha melambaikan tangannya begitu Luigi dan Bella keluar dari bandara. Agatha langsung membawa kedua anaknya ke istana. Agatha tinggal di dalam kompleks istana bersama dengan pegawai yang lain. Pegawai yang harus tinggal di dalam istana adalah pelayan istana, namun Agatha adalah orang kepercayaan Ratu dan Ibu Suri sehingga diperbolehkan tinggal di apartemen kecil dalam istana. Agatha membuka pintu apartemennya dan langsung menyuruh kedua anaknya masuk. “Kalian beristirahatlah! Besok pagi kalian berdua sudah mulai masuk sekolah,” jelas Agatha. “Benarkah, Ma?” tanya Bella penuh antusias. “Iya, Belle. Kalian harus segera beradaptasi.” “Semoga teman-teman baruku tidak sombong, Ma. Kudengar mereka anak para pejabat dan orang kaya,” Luigi terdengar pesimis. “Kamu akan satu kelas dengan Pangeran Hector, Lui. Pangeran Hector sangat baik, beliau pasti akan banyak membantumu.” Bella berbinar saat ibunya menyebut nama Pangeran Hector. Bella menyukai Pangeran Hector sejak Bella masih kecil, namun sayang dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Sang Pangeran pujaan hatinya, Bella hanya bisa melihat Hector dari jauh. Pagi ini Bella sudah tampil cantik dengan baju seragamnya yang baru, rambut pirangnya dibiarkan terurai indah. Agatha mengajak kedua anaknya sarapan sebelum mereka berangkat ke sekolah. Bella dan Lui berangkat sekolah naik bus sekolah yang siap mengantar jemput mereka. Di hari pertama Bella sudah menarik perhatian para siswa di dalam bus sekolah karena parasnya yang cantik dan tubuh yang molek. Bella langsung masuk ke dalam kelasnya pagi ini karena dia tidak mau terlambat di hari pertamanya masuk sekolah. Guru kelasnya memperkenalkan Bella sedangkan siswa laki-laki bertepuk tangan saat Bella maju ke depan untuk memperkenalkan diri. Bella dengan cepat mendapatkan teman baru karena Bella anak yang tidak sombong dan pandai bergaul. Di hari pertama masuk sekolah, Bella sudah berniat dan berusaha keras supaya bisa bertemu dengan Hector. Bella mondar-mandir di depan kelas Hector dan Luigi, hal ini menarik perhatian teman-teman sekelas Luigi. Petter, si ketua kelas langsung keluar begitu melihat ada makhluk cantik di depan kelasnya. “Hai!” Petter menyapa Bella. “Apakah ada Luigi di dalam?” tanya Bella. “Kamu siapa? Kenapa kamu mencari Luigi? Sepertinya aku belum pernah melihatmu,” Petter mengamati Bella dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Aku Bella, adik Luigi.” “Oh, kamu anak baru juga rupanya?” selidik Petter. Bella hanya diam memandang Petter sekilas, lalu mengedarkan pandangannya mencari Hector. Ya, Hector lah yang sebenarnya dicari oleh Bella! Sejak itu Petter menyukai Bella. “Lui!” Bella berlari-lari mengejar Luigi yang hendak naik bus sekolah. “Ada apa, Belle?” tanya Luigi. “Seharian aku mencarimu! Ke mana saja?” protes Bella. “Kenapa mencariku? Kamu mencari aku atau mencari Pangeran Hector?” goda Luigi. “Lui! Aku memang mencarimu!” Bella cemberut. Hari-hari berikutnya Bella selalu mencari kesempatan untuk bertemu dengan Hector, entah itu di istana maupun di sekolah namun sayang sepertinya keberuntungan belum berpihak padanya. Suatu hari Bella diminta oleh salah satu gurunya untuk membantu membawakan buku pekerjaan siswa ke ruang guru. Tiba-tiba... BUGG! Seseorang menubruknya dari arah yang berlawanan, Bella yang tidak seimbang akhirnya menjatuhkan semua buku yang dibawanya dan terduduk di lantai. “Hei! Kalau jalan lihat-lihat ya! Awasi langkahmu, jangan seenaknya menabrak orang!” Bella marah-marah sambil memunguti buku yang berserakan di lantai. Orang itu hanya diam dan berdiri di hadapan Bella. Bella kesal karena orang itu tidak membantunya membereskan buku malah hanya diam mematung tepat di hadapannya. Bella mendongakkan kepalanya untuk melihat orang sombong di depannya itu. Mata Bella terbelalak, “Hector??!” “Apa aku mengenalmu?” tanya Hector sinis. “Apa??” Bella kebingungan. “Kenapa kamu memanggil namaku? Apa aku mengenalmu?” tanya Hector sambil tetap berdiri di hadapan Bella. Sombong sekali! Batin Bella. Tapi demi bertemu dan berbicara dengan Hector, Bella rela melakukan apa pun. “Aku Bella, aku adik Luigi.” “Oh, kamu yang sering mondar-mandir di depan kelasku? Banyak anak perempuan yang ingin menarik perhatianku, sepertinya kamu salah satu dari mereka? Tolong berhenti mondar-mandir di depan kelasku! Aku terganggu!” perintah Hector. Hector pergi meninggalkan Bella yang terbengong-bengong. Bella menceritakan kejadian itu dengan berapi-api saat makan malam bersama keluarganya. “Bayangkan, Ma! Dia mengatai aku ingin menarik perhatiannya!” Bella sangat kesal. Luigi tertawa, “Makanya, jangan mondar-mandir di depan kelasku!” “Belle, sebaiknya jangan mencari-cari alasan untuk bertemu dengan Pangeran Hector,” Agatha memperingatkan Bella. “Mama, aku tidak seperti itu!” protes Bella. Sejak saat itu Bella berusaha menarik perhatian Hector dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Bella ikut serta dalam turnamen berkuda sekolah di mana Hector juga mengikuti turnamen itu dan akhirnya Bella berhasil menjadi juara. Bella juga berusaha menarik perhatian Hector dengan cara bergabung dengan tim voli pantai putri sekolah yang sering kali tampil dengan kostum seksi. Bella merupakan salah satu model dadakan yang paling sering berjalan di catwalk sekolah untuk penggalangan dana, itu semua dilakukannya untuk menarik perhatian Hector. Tak tanggung-tanggung Bella juga berhasil terpilih sebagai Queen of the year di sekolahnya, mendampingi Hector yang terpilih sebagai King of the year. Namun, semua itu tak membuat Hector berpaling dari Emily, cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Emily memang lebih menyukai Petter yang liar dan menantang. Suatu siang di toilet sekolah. Bella sedang berada di dalam cubicle toilet saat beberapa gadis sedang berbincang di ruangan yang sama. “Emy, sepertinya si gadis rambut pirang itu menarik perhatian Petter!” “Gadis pengungsi itu? Tak akan kubiarkan! Tapi sepertinya dia mengincar Putra Mahkota, bukan Petter-ku!” “Emy, tak tahukah kamu kalau Putra Mahkota menyukaimu?” “Dia bukan tipeku, tapi kalau dia benar menyukaiku suatu saat aku akan memanfaatkannya!” Mereka tertawa terbahak-bahak, Bella hanya diam mendengarkan dan tidak berani keluar sampai mereka pergi. “Kalau kamu bersama Putra Mahkota, bagaimana dengan Petter?” “Aku akan menjadikan Petter kekasih gelapku atau Pangeran Hector saja yang kujadikan kekasih gelapku?” Mereka semua tertawa lalu keluar dari ruang toilet. Flashback Off *** Bella termenung di dalam kamarnya. Bella memandang istana yang maha luas dan maha megah di sekitarnya. Bella mengingat kembali keputusannya untuk berhenti berharap pada Hector karena Hector tidak pernah menyukainya setelah semua usaha yang dilakukannya. Bella memilih untuk membangun mimpinya sebagai super model terkenal dan akhirnya pergi meninggalkan Querencia kala itu. Namun, sekarang Bella dihadapkan pada takdir yang mempermainkan kembali perasaannya. Bella tak habis pikir, kenapa Ratu dan Ibu Suri memintanya untuk menjadi calon istri Hector? Sedangkan mereka tahu kalau Hector tidak mencintainya. Bella mengacak rambutnya lalu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Saat makan malam “Apa??!” kali ini Agatha dan Luigi yang berteriak mendengar cerita Bella. “Belle, aku harap kamu tidak menerima perintah dari Ratu dan Ibu Suri untuk menjadi calon istri Hector! Kau tahu Hector mencintai Emily!” Luigi memperingatkan adiknya. “Benar kata Luigi, Belle! Tolong pikirkan baik-baik! Jangan korbankan dirimu dan perasaanmu! Kalau perlu besok aku akan menghadap Ratu dan Ibu Suri!” Agatha geram. “Mama, aku tidak akan menerima permintaan mereka. Tenang saja, Ma! Maukah Mama menemaniku untuk menyampaikan keputusanku ini pada Ratu dan Ibu Suri besok pagi?” pinta Bella. “Tentu saja, Belle! Mama akan menemanimu," jawab Agatha meyakinkan putrinya. Agatha menggenggam tangan putri cantiknya. Agatha tidak akan menjerumuskan Bella untuk menikah dengan laki-laki yang tidak mencintainya. Walaupun nantinya Bella akan menjadi Ratu bila menikah dengan Hector, namun bagi Agatha semua itu tidak akan ada artinya bila Bella tidak dicintai oleh Hector. Agatha tidak menyangka, kedatangan putrinya ke istana malah dimanfaatkan oleh Ratu dan Ibu Suri untuk memisahkan Hector dari Emily. Agatha membelai rambut Bella saat tertidur. Putrinya memang sangat cantik, anugerah luar biasa yang dimiliki Bella. Agatha mencium kening Bella dan mengucapkan doa dalam hatinya agar Bella selalu bahagia dalam hidupnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD