4. The Power of The Queen

1375 Words
Agatha adalah wanita yang paling mencemaskan perjodohan antara Bella dan Pangeran Hector. Ibu mana yang tega melihat anaknya dijodohkan dengan pria yang tidak mencintainya. Agatha berharap Bella bisa bertemu dan jatuh cinta dengan pria yang juga mencintainya. Keputusan sepihak dari istana ini telah menguras emosinya. Bella memang sejak kecil sudah disayangi oleh Ibu Suri dan Ratu Tyara namun Agatha sama sekali tidak pernah menyangka bahwa rasa sayang mereka akan membawa Bella pada takdir ini, dijodohkan dengan Hector. *** Bella dan Agatha sudah berada di ruang tamu apartemen Ibu Suri. Mereka sedang menunggu kedatangan Ratu Tyara dan Ibu Suri Anne. Tak berapa lama kemudian.. “Selamat pagi Agatha dan Bella,” sapa Ibu Suri Anne yang di dampingi Ratu Tyara. “Selamat pagi, Yang Mulia!” jawab Agatha dan Bella hampir bersamaan. “Aku dengar kalian ingin bertemu dengan kami?” tanya Ratu Tyara. “Benar, Yang Mulia Ratu. Saya di sini mendampingi anak saya, Bella, yang akan menyampaikan jawaban atas permintaan Yang Mulia.” Ratu Tyara dan Ibu Suri saling berpandangan, mereka tidak menyangka Bella akan memberikan jawaban secepat ini. “Baiklah Bella. Apa jawabanmu, Sayang?” tanya Ibu Suri Anne. “Yang Mulia, saya mohon maaf karena saya tidak bisa menerima permintaan Yang Mulia untuk menjadi calon istri Pangeran Hector. Saya memang menyukai Pangeran, bahkan sejak saya masih anak-anak, tapi Pangeran Hector menyukai wanita lain. Mohon maaf saya tidak bisa menerima permintaan dari Ratu dan Ibu Suri,” jawab Bella. “Bella, kalau kamu memang menyukai Pangeran kenapa kamu tidak menerima permintaan kami? Aku mohon pikirkanlah. Aku yakin kalian bisa saling mencintai. Kami tidak tahu harus mencari siapa lagi untuk membuat Hector berpaling dari Emily. Kamu adalah satu-satunya wanita terbaik yang bisa melakukannya!” ucap Ibu Suri Anne. “Àgatha, aku sebenarnya tidak ingin membahas masa lalu. Tapi aku mohon, ingatlah bantuan kami saat pertama kali kamu tiba di Querencia. Pekerjaan, rumah, bahkan kepercayaanku aku berikan padamu. Aku memang tidak tahu diri meminta putrimu menjadi untuk calon istri putraku, keputusan ini aku buat karena aku tahu hanya putrimu yang bisa menggantikan aku menjadi ratu suatu saat nanti. Aku mohon, Agatha! Aku bersedia berlutut di hadapanmu sekarang juga, Agatha!” Ratu Tyara duduk bersimpuh di lantai. Agatha merosot dari tempat duduknya begitu melihat Sang Ratu bersiap-siap berlutut di hadapannya. “Yang Mulia! Jangan seperti ini, Yang Mulia!” Agatha menggenggam tangan Ratu Tyara dan menitikkan air matanya. “Aku hanya seorang Ibu yang ingin menyelamatkan putranya dari kehancuran, Agatha,” ucap Ratu Tyara lirih. “Lalu bagaimana dengan putri saya, Yang Mulia? Haruskah saya menyerahkan putri saya pada seorang laki-laki yang tidak mencintainya?” tanya Agatha putus asa. “Aku mengenal putraku, Agatha. Dia tidak akan menyakiti Bella. Kami keluarga kerajaan juga akan selalu mendukung Bella. Bella akan menjadi penyelamat kerajaan Querencia dari kehancuran.” Ratu Tyara meyakinkan Agatha. “Saya serahkan semuanya pada Bella, Yang Mulia. Biar putri saya yang memutuskan,” jawab Agatha. “Bagaimana, Bella?” tanya Ibu Suri Anne. *** Di salah satu rumah milik keluarga Adams. Pagi ini Emily sudah marah-marah dan melempar surat kabar ke lantai. “Ada apa lagi, Em?” tanya Hector sambil memungut surat kabar itu. “w************n itu sudah berhasil menarik perhatian wartawan dan semua orang di Querencia!” teriak Emily kesal. Hector membaca headline surat kabar pagi ini, ‘Bella, Super Model Cantik dan Calon Ratu Masa Depan’. Surat kabar pagi ini membahas Bella yang sedang berlibur ke Querencia dan Bella sang super model sederhana yang bersedia naik bus umum. Berita ini juga dibumbui gosip bahwa Bella mempunyai kedekatan dengan Ratu Tyara dan Ibu Suri Anne sehingga Bella digadang-gadang menjadi calon menantu Ratu. Hal ini menyulut kemarahan Emily. Hector mendekati Emily dan memeluknya dari belakang. “Aku hanya mencintaimu, Em!” “Mencintaiku tapi membiarkan keluargamu mengatur perjodohan untukmu?! Pergilah Hector!” Emily mendorong tubuh Hector, “Pergi, Hector!!” Hector menghela napas lalu menuruti permintaan Emily. Hector berada di dalam mobilnya, sebelum pergi dia memandang Emily yang bersandar di jendela rumahnya sambil merokok. Rambut Emily yang acak-acakan menandakan dia sedang marah. Berat badannya kini sudah tidak terkontrol terlebih setelah Emily melahirkan anak kedua dari Petter. Hector melajukan mobilnya meninggalkan rumah Emily yang terletak di pinggiran kota, di rumah inilah Hector dan Emily sering bertemu. *** “Elisa, Ibu Emily memiliki obsesi yang berlebihan agar bisa menjadi keluarga kerajaan. Emily sebenarnya sudah menikah dengan Petter, tapi karena dukungan serta desakan dari ayahnya akhirnya Emily meninggalkan Petter dan menerima Hector,” jelas Ratu Tyara. “Bukankah Ayah Emily adalah mantan Perdana Menteri, Yang Mulia?” tanya Bella. “Ya, mantan Perdana Menteri yang sakit hati karena kalah dalam Pemilu. Dia juga banyak merepotkan Raja Henry saat menjabat sebagai Perdana Menteri,” kata Ibu Suri Anne. “Ayah Emily mendapatkan dukungan dari partai oposisi untuk menggulingkan pemerintahan yang sah saat ini. Banyak rahasia kerajaan yang bocor melalui Pangeran Hector dan dipakai untuk menyerang Raja Henry dan Perdana Menteri yang baru. Ada niat tidak baik dalam hubungan Emily dan Pangeran Hector!” jelas Ratu Tyara. “Kami harus segera menghentikan hubungan mereka. Pangeran Hector seperti laki-laki tak berdaya bila bersama Emily! Kami takut Pangeran Hector akan semakin diperalat oleh Emily dan keluarganya!” tambah Ibu Suri Anne. “Jadi, bagaimana keputusanmu Bella?” tanya Ratu Tyara. Bella terdiam cukup lama memikirkan keputusannya. “Yang Mulia, setelah saya pikirkan kembali. Saya akan menumbuhkan lagi cinta yang sudah saya kubur beberapa tahun yang lalu. Saya bersedia membantu keluarga kerajaan, saya bersedia menjadi calon istri Pangeran Hector!” jawab Bella dengan penuh keyakinan. “Bella?!” Agatha terkejut dengan keputusan yang dibuat Bella. “Terima kasih, Sayang!” Ibu Suri Anne menggenggam tangan Bella. “Bella, aku sungguh berterima kasih. Setelah ini kita akan menjalankan beberapa rencana, aku harap kita bisa menjalankannya dengan baik, Belle.” Senyum bahagia mengembang di wajah cantik Sang Ratu. “Baik, Yang Mulia!” jawab Bella penuh keyakinan. “Kami tidak akan banyak mencampuri hubungan kalian nantinya. Kami hanya akan membantu memikirkan beberapa rencana di awal. Setelah itu, untuk membuat Pangeran Hector mencintaimu kami serahkan padamu, Belle!” jelas Ratu Tyara. “Baik, Ratu.” Bella menjawab dengan percaya diri. *** Saat makan malam di apartemen Agatha “Belle, aku tidak menyangka kamu menerima perjodohan ini!” Luigi tampak kecewa pada Bella. “Lui, maafkan aku. Aku mencintainya dan aku akan berusaha membuatnya mencintaiku!” jelas Bella membela diri. “Ini tidak seperti yang kita bicarakan kemarin, Belle! Bukankah kamu berkata bahwa kamu akan menolak permintaan Ratu Tyara dan Ibu Suri Anne?” tanya Luigi kecewa. “Sangat sulit menolak permintaan Ratu, Luigi. Mama menyadari, Mama banyak dibantu saat pertama kali berada di sini,” jelas Agatha. “Lalu, Mama membiarkan Bella membalas budi dengan mengorbankan dirinya menjadi calon istri Pangeran Hector?” Luigi mulai emosi. “Lui, Mama tidak memaksa Bella. Ini sepenuhnya keputusan Bella.” “Lui, maafkan aku kalau keputusanku ini membuatmu kecewa. Kamu tahu, aku mencintai Pangeran Hector. Aku akan berusaha membuatnya mencintaiku, Lui!” kata Bella. “Belle, kau tahu itu sangat sulit! Kamu tahu kalau kamu akan terluka, Belle!” Luigi meyakinkan Bella. “Lui, percayalah padaku. Aku bisa mengatasinya!” Bella mengingat kembali kata-kata Emily beberapa tahun lalu di toilet sekolah, Emily memang berniat memanfaatkan Pangeran Hector bila Pangeran Hector benar-benar menyukai Emily. Kata-kata Emily inilah yang menguatkan niat Bella untuk menyelamatkan laki-laki yang sangat dicintainya dari perempuan licik seperti Emily. *** Di ruang keluarga istana “Ada apa lagi, Ma?” tanya Hector yang kesal saat melihat Bella juga ada di dalam ruangan itu. “Hector, Mama akan membicarakan tentang rencana pertunanganmu dengan Bella.” “Apa? Ma, aku belum memikirkan tentang pertunangan!” protes Hector. “Kamu dan Bella bisa saling mengenal dulu, Hector!” pinta Ratu Tyara. “Mama!” “Hector! Bella yang terbaik saat ini!” ucap Ratu Tyara tak terbantahkan. “Ma, ini pemaksaan kehendak!” protes Hector. “Tidak, Hector! Mama menyelamatkanmu dari wanita jahat yang akan menghancurkan masa depanmu!” Bella terdiam mendengar perdebatan antara Ratu Tyara dan Putra Mahkota. Semakin Pangeran Hector menunjukkan penolakan pada dirinya dan menunjukkan rasa cintanya pada Emily, semakin Bella tertantang untuk membuat Pangeran Hector bertekuk lutut padanya. Bella juga berjanji akan membuka mata Emily bahwa Emily tidak pantas mendampingi Pangeran Hector. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD