Aurel menatap ke arah hutan melalui jendela. Kini ia tengah memikirkan langkah selanjutnya, setelah mendengarkan perdebatan antara Ibunya dan Kathrine, yang sengaja diperdengarkan oleh Helena. Ponselnya dalam mode loudspeaker, yang menyala di atas meja tulis, di kamarnya. Di tangannya ada segelas fruit punch yang tadi di antarkan oleh Bibi Maikaya. Cemilan yang juga diantar bersamaan dengan fruit punch belum ia sentuh, akibat dari banyaknya pikiran yang tengah berputar di kepalanya. "Ya, aku mendengarnya Helena. Perdebatan itu terdengar sangat sengit. Bagus karena kau bisa menahan diri untuk tidak keluar dari tempat persembunyianmu. Kalau tidak, Kathrine akan menangkapmu dan membuatmu menderita karena lebih memilih condong padaku. Percayalah, sekarang Kathrine akan mencari cara lain untuk

