Joseph menggeliat pelan saat melihat cahaya matahari yang masuk dari arah jendela. Ia membuka kedua matanya perlahan, dan berusaha mengenali tempatnya terbangun, selama beberapa saat. Disibaknya selimut yang dipakainya, lalu bangkit dari sofa yang ia tempati semalam. Aurel - yang tengah menatap indahnya wajah Joseph sejak tadi - menatapnya dari arah dapur. Wanita itu telah bangun lebih awal, hanya untuk memperhatikan Joseph dan ketenangannya saat tertidur. "Selamat pagi, Tuan Muda Abraham. Bagaimana tidurmu? Apakah, nyenyak?" tanyanya. Joseph tersenyum - untuk pertama kali saat baru saja bangun dari tidurnya - tanpa ragu-ragu. Ia berjalan mendekat ke arah Aurel. "Ya, sangat nyenyak. Ini pertama kalinya aku tidur bukan di rumahku sendiri, dan bukan di tempat tidurku sendiri. Jadi aku ras

