"Apakah kau tidak salah? Apakah itu benar? Pria yang hampir membunuh Aurora, Celline, dan Alrez adalah Damon Pierre?" tanya Mitha, naik pitam. Yvan menatap putra, putri, dan istrinya dengan penuh rasa bersalah. Ia tak pernah menduga jika masa lalu bisa menghantui keluarganya sampai hampir membuat nyawa terancam. "Ya, itu benar. Dia adalah Damon Pierre. Aku melihatnya sendiri dari tempat Dewa Sophatthy biasa melihat ke Bumi. Aku mengenalinya, meski kini wajahnya dipenuhi oleh uliran kuno yang belum kuketahui artinya," jawab Yvan, sangat datar. Mitha pun meraih vas bunga dan melemparnya ke dinding. PRANGGG!!! Vas bunga itu pecah berkeping-keping, hingga membuat semua yang mendengar suaranya langsung keluar dari kamar atau tempat bersantai. Semua mata kini menatap ke arah Mitha yang bena

