“Si-siapa itu?” tanya Elarys dengan suara nyaris tak terdengar saat langkah kaki semakin jelas mendekat. Jantungnya berdetak begitu kencang hingga terasa ingin meledak. Dengan tangan gemetar, Elarys mengintip melalui lubang kecil di pintu baja ruang aman. Lorong itu tampak kosong, hening, seolah tak ada siapa pun di sana. Namun detik berikutnya— Sebuah sosok berpakaian hitam tiba-tiba muncul dari balik bayangan. Wajahnya tertutup setengah, hanya sepasang mata tajam yang menatap lurus ke arah pintu. “Mommy” Elarys melangkah mundur refleks, menutup mulutnya agar tak berteriak. Seluruh tubuhnya gemetar hebat. “Ini tidak mungkin…” Pikirannya berputar kacau. Bagaimana mungkin musuh bisa sampai ke ruang aman di bawah mansion? Tempat ini seharusnya paling terlindungi. Langkah kaki itu semak

