“Ya Tuhan, Richie pasti sangat marah padaku.” Sharlynn dengan degup jantung tak beraturan kini terlihat kebingungan. Ia mengacak rambut brunette nya tergerai bergelombang dan terlihat penuh hingga menjadi acak-acakan. Sharlynn menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, lalu ia hembuskan perlahan sembari menepuk-nepuk dadanya perlahan. Mungkin, ia berusaha untuk menghilangkan rasa sesak di d**a. “Aku tidak boleh seperti ini setiap hari. Sudah saatnya aku sekarang belajar untuk merapikan tempat tinggalku sendiri,” gumam Sharlynn dengan percaya diri. Wanita cantik dan manja itu mulai melangkahkan kembali kaki jenjangnya menuju dapur. Ada seraut wajah sedih saat menyapu seluruh lantai dapur yang terlihat berantakan. Namun, tekad Sharlynn tak akan pernah bisa diruntuhkan. Sharlynn melangkah tanp

