Sharlynn tak lagi mendengar suara kicau burung di dekat jendela atau suara ranting-ranting pohon yang bergesekan dengan kaca di jendela dekat tempat tidurnya yang selalu membuatnya terbangun. Kali ini, Richie yang sudah bangun terlebih dahulu dan bersiap untuk pergi, menatap wanita yang masih terlihat memejamkan matanya di bawah sofa dengan bed cover yang terlihat berantakan. “Benar-benar gadis manja,” gumam Richie yang hanya melewati posisi Sharlynn dan memasuki dapur. Beberapa menit kemudian, kedua mata dengan bulu mata lentik itu mulai terbuka perlahan setelah sebelumnya iris matanya bergerak meskipun kelopaknya tertutup. Tak kalah, hidungnya juga bergerak seolah aroma sesuatu yang cukup menusuk hidungnya membuat tidur gadis itu terusik. “Eeerrgghhhh!” Suara Sharlynn mengulet meng

