Mengusir Para Sampah

1208 Words

Sesampainya di depan meja dapur kafe, Sharlynn terlihat meringis sembari mengusap-usap perut rampingnya yang terdengar suara berisik. “Aku tadi belum sarapan, pantas saja rasanya perih dan mendadak pusing,” lirih Sharlynn masih mengusap-usap perutnya. Melanie yang baru saja masuk ke dalam kafe, melihat keberadaan sang teman dengan wajah yang sedikit pucat dan terlihat ekspresi meringis. Kemudian wanita itu mendatanginya. “Sharlynn, kau kenapa?” Sharlynn terkejut dan tak menyadari sejak kapan Melanie sudah berdiri di sampingnya. Melanie mengerutkan dahinya saat menatap sang teman di depannya. “Kau sakit? Wajahmu terlihat pucat dan berkeringat.” “Uuhhmmm…aku baik-baik saja. Mungkin karena aku tadi belum sarapan,” jujur Sharlynn sembari nyengir. Melanie terkikik mendengarnya, apalagi saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD