“Errgghhhh…Aku benci Sharlynn! Dia sudah mempermalukan kita di depan orang banyak!” kesal Odette sembari menggeram di dalam mobil. Kedua tangannya menunjukkan gerakan seolah-olah meremas sesuatu dengan kesal. Berbeda dengan Julian yang tak terlalu banyak bicara, pria itu hanya fokus memutar kemudi dan menjauh dari kafe. Odette menoleh ke kiri, dimana pria itu tampak fokus. “Julian! Kenapa kau diam saja?” “Sudah kukatakan, jangan mendekati Sharlynn, itu hanya akan membuat kita kesal dan ternyata dugaanku tak salah. Ternyata kafe itu milik Melanie, teman Sharlynn sejak pertama kuliah,” kata Julian panjang lebar. Membuat Odette semakin berdecak kesal. “Aku pasti akan membalas Sharlynn! Lihat saja nanti, aku akan permalukan dia di depan orang banyak.” Senyum licik mulai kembali tercetak di w

