Sebuah taksi berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana di distrik Pankow. Setelah menyodorkan selembar euro, Sharlynn tanpa ragu turun dari taksi. Sejenak ia masih berdiri di depan rumah yang berbentuk klasik dengan d******i warna putih dan abu-abu. Kaki jenjang yang terbalut jeans biru cerah itu melangkah dengan percaya diri menuju teras dan menekan bel. Setelah beberapa menit, pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita lanjut usia berkacamata, terlihat dari rambutnya yang memutih dengan wajah yang mulai keriput. “Ada yang bisa saya bantu, Nona?” Wanita itu bertanya sembari membetulkan letak kacamatanya. Sharlynn tersenyum ramah pada sang wanita, “Nyonya, Apakah benar tuan Madison tinggal di sini?” “Oh kau mencari suamiku. Dia ada di dalam. Kau siapa, Nona?” tanya balik san

