bab 6

2065 Words
" Ada apa ? " Tanya Deolinda yang melihat Rio tiba - tiba menoleh dan melihat dirinya " Ah enggak. Pegangan erat De " Jawab Rio Rio langsung melajukan motornya dengan kecepatan di atas sedang. karena Rio penasaran dengan bosnya. dan ingin segera sampai di kantor. " Rio ! pelan - pelan saja. " teriak Deolinda sambil berpegangan pinggang Rio " ini sudah pelan, De. tenang saja. " jawab Rio " please jangan ngebut. aku takut. " kata Deolinda " oke. kamu pegangan saja. " kata Rio dan ketika Deolinda semakin memegang erat pinggangnya. Rio sengaja menambah kecepatan motornya agar Deolinda memeluknya. Dan benar, Deolinda memeluk Rio. Kepalanya dia senderkan di punggung Rio. Lima belas menit kemudian mereka sampai di parkiran kantor. Banyak pasang mata yang melihat karena Deolinda berboncengan dengan Rio dan memeluk erat. Fans Rio yang melihatnya membuat semakin marah dan jengkel dalam hati. dengan senyum bahagia Rio memarkikan motornya. " De, are you okey ? " Tanya Rio dengan melepas helmnya " Wuek . . . . . . . . . huek . . . . . . . . . " Deolinda mual " Hey kamu kenapa ? " Tanya Rio panik segera turun dari motor dan membantu membuka helm Deolinda. " Kamu gila naik motornya. Aku enggak biasa naik motor dengan kecepatan seperti tadi. Huek . . . . . . . . . . huek. " Kata Deolinda yang masih mual sambil memegang perut dan kepalanya " Maaf . . . . . . . . . Maaf De. Aku janji enggak akan begitu lagi. ayo kita pantry, kita kasih minyak angin biar agak enakan. " Kata Rio menggandeng Deolinda masuk ke dalam lift " Ting . . . . . . . . . . " lift terbuka. Deolinda dan Rio segera masuk. Saat lift akan tertutup tiba - tiba terbuka kembali karena ada yang akan masuk. Rio dan Deolinda betapa kagetnya saat yang masuk itu adalah bosnya, yaitu Abian. Mereka terkejut karena sebenarnya sudah ada lift khusus untuk bosnya. Tapi kenapa bosnya tiba - tiba masuk ke lift karyawan. " kenapa dengan dia ? " Tanya Abian datar dengan muka menghadap pintu lift tanpa memandang lawan bicaranya " Maaf siapa pak ? " Tanya Rio " Wanita di sebelah kamu. " Kata Abian " Oh . . . . . . . . . . Deo. ini cuma masuk angin saja. Mau saya bawa ke pantry. " Kata Rio " Kalau sakit tidak usah bekerja. Saya tidak ingin pekerjaan jadi kacau. " Kata Abian " I . . . . . . . . . Iya pak. " Jawab Rio ketakutan " Maaf pak, saya hanya masuk angin biasa dan masih bisa berkonsentrasi bekerja. " Kata Deolinda " Ting . . . . . . . . . " Lift terbuka bos anehnya itu keluar tanpa menjawab Deolinda " Hih . . . . . . . . . Super aneh banget. " Kata Rio " Sudah biarkan saja. Buat pusing mikirkan dia. Yang penting kita kerja dan gaji lancar. " Kata Deolinda " Ha . . . . . . . . . Ha . . . . . . . . . . benar juga. Eh mau ke mana ? " Kata Rio " kerjalah. " Kata Deolinda " Lho enggak jadi ke pantry ? Mualnya sudah hilang ? " Tanya Rio cemas " Sudah. tenang aja. Mabuk biasa. He . . . . . . . . . . . He . . . . . . . . " kata Deolinda. Saat Deolinda melettakan tas di kursinya. Di mejanya terlihat ada amplop. Di bingung dari siapa. Teman - teman di sekitarnya tidak ada yang tahu siapa yang melettakannya. Deolinda membuka isi amplop itu. Di sana tertulis yang sangat mengejutkan dan tidak terduga. Di pagi hari sudah mendapat sarapan pagi yang tak terduga. Dalam artian panggilan dari bos. " Astaga ! Apa lagi ini ? Huft . . . . . . . . . . . mau kerja benar aja kok ada saja. " Gumam Deolinda " Ada apa De ? " Tanya teman sebelahnya " Ah tidak. " Jawab Deolinda kemudian membawa amplop itu ke ruangan Abian. Karena isi amplop itu adalah panggilan ke ruangan Abian Adam. “ tok . . . . . . . . Tok . . . . . . . . “ Deolinda mengetuk pintu ruang Abian “ masuk ! “ jawab Abian dari dalam “ selamat pagi pak, “ Sapa Deolinda pada Abian “ hem, kamu tahu kenapa aku panggil kamu ke sini ? “ Tanya Abian “ enggak pak ? “ jawab Deolinda masih sopan sebagai bawahan “ temani aku sarapan pagi. ‘ jawab Abian. Seketika itu juga Deolinda langsung mendongkakan kepalanya dan terkejut denga permintaan Abian yang aneh. “ kenapa kamu melihat aku seperti hantu ? duduklah “ kata Abian yg melihat Deolinda dengan raut wajah terkejut “ tapi pak, saya masih banyak kerjaan “ bantah Deolinda sopan “ di sini siapa bosnya ? “ Tanya Abian “ pak Bian “ jawab Deolinda “ lalu kenapa kamu protes ? apa perlu aku telpon supervisor kamu ? “ kata Abian “ eh jangan pak. Aku enggak mau ada keributan. Baiklah saya akan menemani Pak Bian makan pagi. Tapi saya tidak makan ya pak ? “ kata Deolinda “ lalu makanan sebanyak ini siapa yang makan ? kamu pikir perutku mampu ? “ kata ABian. “ siapa juga yang suruh beli makanan sebanyak itu. Dasar orang kaya. Buang – buang uang saja. “ Dalam hati Deolinda bersunggut – sungut “ kenapa masih diam di situ ? aku meminta kamu duduk. “ kata Abian “ oh . . . . . . . . . . . . . Maaf pak. Permisi ya pak. “ kata Deolinda duduk di depan Bian. Kemudian membuka bok makanya dan di berikan ke Deolinda. Sementara Bian membuka box makanan yang lain “ apa yang kamu lakukan ? kamu tidak suka dengan makanannya ? “ Tanya Abian melihat Deolinda menutup matanya beberapa menit “ bukan pak, tadi saya berdoa. “ jawab Deolinda. Abian bingung dengan jawabn Deolinda. Karena Abian ini seorang yang tidak percaya adanya Tuhan. “ selamat makan “ kata Abian “ ya pak, selamat makan. “ jawab deolinda “ gimana enak enggak ? “ Tanya Abian “ enak pak. “ jawab Deolinda singkat “ suka enggak ? “ Tanya Abian lagi sambil mengunyah makananya “ iya suka pak. “ jawab Deolinda singkat dan cepat agar dia segera kabur dari ruangan bos anehnya “ Baiklah besok pagi aku akan pesankan lagi untuk mu. “ kata Abian “ uhuk . . . . . . . . uhuk . . . . . . . . Uhuk . . . . . . uhuk . . . . . . . “ Deolinda tersedak karena terkejut dengan capan Abian “ De, minum airnya. “ kata Abian “ Terima kasih pak. “ kata Deolinda meneguk segelas air putih “ pelan – pelan kalau makan . “ kata Abian meneruskan makannya “ maaf pak, bapak tidak perlu memasankan saya makanan ini besok pagi. Saya sudah makan pagi di rumah. “ kata Deolinda “ kalau begitu besok pagi tidak usah makan pagi di kos. “ kata Abian “ tapi kenapa pak ? apa makanan ini akan di potong dari gaji saya ? “ Tanya Deolinda “ ha . . . . . . Ha . . . . . . ha . . . . . . . ha . . . . . . . Aku akan memotong gaji kamu kalau besok pagi menolak menemaniku makan pagi. “ jawab Abian dengan tawa sinis kegirangan " kenapa begitu pak ? " tanya Deolinda " terserah saya. ikuti saja. " kata Abian setelah selesai makan pagi, Deolinda membereskan bekas makanannya dan ke luar ruangan Abian untuk kembali bekerja. " hah . . . . . . . ada - ada saja. " gumam Deolinda pelan " ada apa De ? " tanya Rio yang tiba - tiba sudah berdiri di belakang Deolinda " astaga ! kamu mengagetkanku saja. " kata Deolinda terkejut " maaf. kenapa muka kamu di tekuk katak kertas begitu ? " jawab Rio " biasa. eh kamu kenapa ke sini ? " tanya Deolinda " oh tadi aku habis kasih berkas ke pak Inggrit. eh kenapa dengan bos aneh itu ? " tanya Rio penasaran " yah . . . . . . . . begitulah. lain kali saja cerita. nanti aku jadi enggak konsen kerja. " kata Deolinda " oke baiklah. kamu hutang cerita pada ku ya. kalau begitu aku kembali ke meja ku. met kerja ya De. " kata Rio Deolinda langsung berkutat dengan pekerjaannya. segera mengerjakan yang sudah tertunda karena makan pagi bersama Abian. Posisi Deolinda buakn di bagian penting namun tugasnya itu penting bagi devisi dan perusahaannya. Deolinda ini bukan anak yang pintar namun karena ketekunan dan kerajinannya dalam belajar hal baru, maka dia dapat di terima di perusahaan sekarang. “ De, serius amat. Enggak makan siang kamu ? “ sapa teman sebelahnya mengingatkan jam makan siang “ jam berapa ini ? “ Tanya Deo “ jam dua belas lebih lima de. “ jawab temannya “ astaga sampai kelupaan. Thank ya sudah di ingatkan. ‘ kata Deolinda kemudian membawa bekalnya ke pantry. Di sana sudah ada Rio yang menikmati bekalnya. “ cekelek “ Deolinda membuka pintu pantry “ Rio ? kamu di sini ? “ Tanya Deolinda “ iya, tadi aku ajak kamu tapi kamunya lagi fokus kerjaan jadi enggak dengar. “ kata rio “ masak sih kamu panggil aku tadi ? “ Tanya Deolinda sambil membuka bekalnya di depan rio “ Iya. Tapi kamu enggak dengar. Ya sudah aku makan duluan. “ kata Rio dengan muka agak kesal tapi tetap tersenyum “ kamu bawa bekal apa Yo ? “ Tanya deolinda “ oseng cumi asin sama sayur brokoli. Kamu mau ? ambil aja. Itu masih. “ kata rio “ he . . . . . . E . . . . . . . Kedengarnnya enak. Kamu yang masak ? “ Tanya Pritty “ iyalah. “ jawab Rio “ hem enak banget, aku boleh minta dikit ya. “ kata Deolinda yang tadi mencicipi sedikit “ ya ambil saja. Buat kamu semua kalau kamu suka. Kamu bawa bekal apa ? “ Tanya Rio “ he . . . . . . . he . . . . . . . Cuma tempe goreng sayur nangka dan sambel. “ jawab Deolinda “ enak itu. Masih enggak di rumah ? “ Tanya Rio “ sayur dan sambelnya sih masih tapi kalau tempenya ya harus goreng dulu. “ kata Deolinda sambil menyantap makanannya “ kalau begitu pulang kerja aku mau ke kos mu ta, aku minta makan he . . . . . . He . . . . . . .“ kata Rio “ ya boleh, asal doyan saja. “ jawab Deolinda senyum. “ thank ya De. Kalau begitu kita pulang bareng saja. “ kata Rio “ enggak ah. Aku naik bus saja. Aku enggak mau mabuk lagi. “ kata Deolinda “ aku janji enggak akan ngebut. Swear . . . . . . . . . . . . janji. “ kata Rio sambil berdiri dengan mengacungkan dua jarinya dengan mengucapkan janji. “ kalau melanggar ? “ Tanya Deolinda “ terserah kamu, kamu bisa turun di tengah jalan atau kamu marah sama aku. “ kata Rio “ beneran ? “ Tanya Deolinda “ iya, serius. Aku enggak bohong ! “ kata Rio “ iya … iya aku percaya. Aku Cuma ngetes saja he . . . . . . . . . . he . . . . . . . . “ kata Deolinda “ ceklek “ pintu pantry terbuka. Deolinda dan Rio terkejut, lagi - lagi bos anehnya muncul di pantry. “ maaf “ kata Abian dnegan tatatpan menyeramkan dan langsung mengambil gelas. Namun Rio melihat bosnya kebingungan “ Maaf pak, bisa saya bantu ? bapak mau buat apa ? “ Tanya Rio sopan “ kopi. “ jawab Abian datar “ mari saya bantu pak “ kata Rio “ enggak usah, tinggal tunjukkan di mana kopi dan air panasnya. “ kata Abian. Lalu Rio mengambilkan kopi dan gula serta menunjukkan air panas. Bos yang aneh, dengan kedisplinan dan keangkuhann tapi karena Cinta merubah sikap kerasnya menjadi semakin aneh. Kalian bisa bayangkan kan bagaimana tingkahnya Abian ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD