bab 4

1919 Words
" Oke. kalau perlu bantuan bilang ya." kata pria itu. ya Pria itu bernama Rio " Thank ya, yo. " kata Deolinda dengan senyum ramah Rio diam - diam suka dengan Deolinda semenjak Deolinda masuk kerja. karena sikap Deolinda yang ramah, baik dan cantik. Deolinda kemungkinan juga merasa kalau Rio suka dengannya karen perhatian lebih Rio kepadanya beda dengan rekan kerja lain. namun Deolinda tidak mau ambil pusing. dia pura - pura tidak tahu agar suasana dan pekerjaannya lancar. tahu sendiri cari kerjaan sangat susah. tak terasa waktu sudah sore. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Deolinda segera membereskan mejanya, seharusnya Dia pulang pukul empat karena jam kantor hanya sampai pukul empat. karena ada insiden dia pingsan jadi pekerjaan tadi sempat tertunda satu jam. Setelah membereskan mejanya, Deolinda langsung keluar kantor. Rencana Dia akan ke mini market untuk membeli keperluan dapur yang sudah menipis. Deolinda menekan Lift ke lantai dasar. tanpa dia sadari Rio ada di belakang dia. " ting " lift terbuka. Deolinda segera keluar dan berjalan ke depan mencari bus untuk nengantarkannya ke mini market. " De, bareng yuk. " tiba - tiba Rio sudah berada di sebelah Deolinda dengan motor sportnya. " Ah terima kasih, Yo. aku naik bus saja. lagian aku ada urusan. " kata Deolinda menolak halus " dengan senang hati aku akan mengantarnya. aku hari ini tidak ke mana - mana pulang kerja. lagi malas pulang. kalau boleh tahu kamu mau ke mana ? " kata Rio " em . . . . . . . . ke mini market. " jawab Deolinda " Nah kebetulan. ayo aku antar. aku sedang ingin jalan - jalan. aku janji aku enggak ganggu kamu. aku hanya ingin aa teman dan cari udara segar. ayolah, De. please. " pinta Rio dengan kedua tangannya memohon " Baiklah. tapi aku belanja bulanan. kalau kamu bosan dan capek bagaimana ? " kata Deolinda " Tenang saja aku enggak akan bosan. ini helmnya. " kata Rio langsung gerak cepat mengambil helm dan memakaikannya pasa Deolinda. takut Deolinda berubah pikiran dari kejauhan tidak mereka sadari. ada sepasang mata yang memperhatikannya sedari tadi. siapa lagi kalau bukan Abian. " terima uangku tidak mau. tapi mau di boceng dengan siapapun. dasar wanita sok baik. " kata Abian sendiri si dalam mobil setelah Rio dan Deolinda jalan. Abian masih penasaran ke mana mereka pergi. entah apa yang membawanya rasa ingin tahunya. lima belas menit akhirnya Rio dan Deolinda sampai di sebuah minimarket. Rio langsung mengambil Troly belanja. Abian sengaja parkir agak jauh. dan ikut turun masuk ke mini market " Eh aku belanja ya sedikit kok, Yo. " kata Deolinda " Kalau aku juga ingin belanja gimana ? " kata Rio senyum " oke deh terserah kamu. " kata Deolinda Dari jauh Abian memperhatikan kedekatan Rio dan Deolinda. tiba - tiba rasa di hatinya merasa marah. Abian sengaja mendekat dengan beda rak. " kamu biasanya belanja di sini, De ? " tanya Rio " Iya. tapi kalau pas libur, aku ke pasar sih. lebih murah. he .... he .... " kata Deolinda " Seru tuh di pasar. kapan - kapan ke pasar belanja ikan terus masak sama - sama kayaknya seru deh, De. " kata Rio " he . . . . . . he . . . . . he . . . . " Deolinda hanya senyum sambil memilih belanjaan di rak. " ehem ! " Abian berdehem di belakang mereka. Deolinda dan Rio menoleh ke suara itu " Pak Bian ! " kata Rio dan Deolinda bersamaan dengan terkejut " kenapa kalian terkejut melihat saya ? kayak melihat setan saja. " kata Abian datar " Oh . . . . . . maaf pak. bukan itu maksud kami. hanya saja kami . . . . . . . . . " kata Rio terpotong " Apa ? kalian pacaran ya ? " tanya Abian tanpa basa - basi " Eh enggak pak. ! " sahut Deolinda cepat Rio hanya diam mendengar jawaban Deolinda. namun Rio menyadarinya bahwa jawaban Deolinda benar saat ini mereka tidak berpacaran. " kalau pun kalian berpacaran juga tidak masalah. aku hanya bertanya. teruskan belanja kalian. " kata Abiann lalu pergi dengan hati sedikit tenang " Ya pak. " jawab Deolinda dan Rio " De, kamu merasa aneh enggak sih sama pak Bian ? " kata Rio " Aneh bagaimana ? " tanya Deolinda " ya aneh saja, bos sekelas dia belanja di minimarket sendiri. " kata Rio " Dia kan juga manusia. minimarket ini juga punya umum. " jawab Deolinda " benar juga sih. tapi aneh saja sih. ah biarkan sajalah. " kata Rio " Kamu belanja apa, Yo. " Tanya Deolinda pada Rio " beli daging sajalah sama selada. Lagi ingin makan daging. Sama beli snack saja " Kata Rio " kamu tinggal sama orang tua atau tinggal sendiri ? " Tanya Deolinda " Aku tinggal sendiri, tapi rumah orang tuaku tidak jauh dari tempat aku tinggal sih. " Kata Rio " Kenapa enggak tinggal sama mereka saja ? " Tanya Deolinda lagi " Lebih suka tinggal sendiri. Lebih ke enggak mau bebani orang tua saja. Ya aku orangnya enggak mau hati mama sedih kalau lihat aku kecapekan atau lihat akusedang ada masalah. " Jelas Rio " ow . . . . . . papa kamu ? " Tanya Deolinda " sudah meninggal dunia saat aku SMA. " Jawab Rio " ah maaf. " Kata Deolinda " santai saja lagian itu pertanyaan wajar. " kata Rio " Jadi setiap hari kami masak sendiri atau beli ? " Tanya Deolinda lagi " Kadang masak. Tapi lebih banyak belinya. Soalnya kalau masak bisanya hanya daging aku marinasi trus aku panggang di atas telfon. Kalau enggak masak mie instan. He . . . . . . He . . . . . " Kata Rio " Oh . . . . . . . . Sejak kapan kamu mandiri ? " Kata Deolinda " Kapan ya ? Tepatnya setahun aku kerja. Aku memutuskan untuk tinggal sendiri.tapi mama aku enggak sendiri. Tinggal sama kakak ku. Dan cucu jadi tidak kesepian lagi. " Kata Rio " Oh kirain sendiri. eh sudah, aku mau bayar. Kamu enggak ada belanja lagi ? " Tanya Deolinda pada Rio " Enggak sih. " Jawab Rio kemudian mendorong trolyy ke kasir " eh lho kok punya aku, di satukan. " Kata Deolinda " Sudah enggak apa - apa sekali - kali. " Kata Rio Setelah membayar di kasir, Rio mengantarkan pulang Deolinda ke kos. Deolinda merasa tidak enak dengan Rio. " Yo, mampirlah dulu. Aku buatkan makan malam sebagai tanda terima kasihku. Karena sudah di bayarkan belanjaanku dan mengantar aku. " Kata Deolinda " Ah tidak usah, De. Aku ikhlas kok. Aku enggak mau merepotkanmu. " Kata Rio " Tidak. Aku tidak repot. Lagian aku juga belum makan malam kan. " Kata Deolinda " Baiklah kalau memaksa. He . . . . . he . . . . . he . . . . . ." kata Rio kemudian turun dari motor dan mengikuti Deolinda Deolinda membuka kunci kamar kosnya yang kecil di lengkapi dapur kecil dan kamar kecil beserta kamar mandi. " Maaf ya, tempat aku kecil dan agak berantakan. " kata Deolinda " Ah santai saja, De. thanks ya sudah di ijinkan masuk ke sini. he ...... he ..... " kata Rio senyum dan agak sedikit bingung duduk di mana karena memang tempatnya sempit. Deolinda yang melihat itu langsung mengerti kebingungan Rio. " Maaf enggak ada kursi. duduk di bawah enggak apa - apa ya ? " kata Deolinda " eh iya enggak apa - apa. em apa yang bisa aku bantu ? " kata Rio " Enggak usah kamu duduk saja. sebentar ya aku mandi sebentar. "kata Deolinda masuk kamar " Iya. santai saja De, yang eonting aku enggak ganggu kamu saja. " kata Rio saat Deolinda masuk ke dalam kamar. Rio berdiri dan melihat dapur. akhirnya Rio membuka belanjaan Deolinda dan mencuci sayuran dan melettakan barang lain di wadah seadanya yang dia tahu. jadi nanti Deolinda enggak perlu repot mencucinya. sepuluh menit Deolinda selesai mandi dan keluar dengan baju santainya, celana pendek dan kaos longgar. namun tetap terlihat cantik dan manis dengan rambut di ikat ke atas. " Rio, kamu ngapain ? " tanya Deolinda yang melihat Rio merapikan belanjaan Deolinda " Ah iya tadi agak boring. jadi aku bongkar belanjaan kamu. maaf ya. kalau aku salah. " kata Rio " He . . . . . . he . . . . . . thank ya. aku merepotkan kamu lagi. jadi bertambah deh utang budi ku sama kamu. " kata Deolinda " Apaan sih, De. biasa saja. lagian aku sudah biasa dan senang kok melakukannya. " kata Rio " Oke, baiklah. kalau begitu kamu bisa bantu aku masak donk. " kata Deolinda " Boleh. dengan senang hati. " jawab Rio " Kamu suka sambal, oseng kangkung, tempe dan telur enggak ? " tanya Deolinda " Doyanlah. kenapa emang ? " tanya Rio " syukurlah kalau begitu. aku mau masak itu. " kata Deolinda " Kalau begitu biar aku potong sayur kangkungnya. " kata Rio " Oke aku racik tempe goreng dan telurnya. " kata Deolinda Deolinda memanskan minyak dan memotong tempe goreng dan memasukkan ke dalam bumbu. kemudian memecahkan dua telur dan mengocoknya. saat minyak goreng panas Deolinda menggoreng telur dadar dahulu. baru tempe goreng. " Bawang merah dan putihnya sudah di kupas, De ? kalau belum biar aku kupas. " kata Rio semangat sekali " Sudah, Yo. ada stock di dalam kulkas. " kata Deolinda " bahan sambal sudah siap semua tinggal goreng saja terus di haluskan. tunggu setelah goreng tempe ya. " kata Deolinda " Baiklah. Kalau soal menghaluskan kamu saja ya. Karena biasanya tangan perempuan lebih sedap kalau masak sambal. He . . . . . . He . . . . . ." Kata Rio " Masak sih ? Bukannya laki - laki. " Canda Deolinda " beneren, De. Kata nenek aku begitu. He . . . . . . He . . . . . . " kata Rio sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal " baiklah. Bentar ya, aku mau buat minum dulu. " Kata Deolinda " Oke. Biar ak yang goreng. Aku bisa kok. " Kata Rio " awas jangan sampai gosong ya. He . . . . . . He . . . . . " Kata Deolinda. Kemudian pergi membuat dua teh hangat. selang sepuluh menit lauk dan sambal sudah siap semua. Deolinda dan Rio membawa ke ruang tamu beserta nasi. " Hem . . . . . . lezat. Coba ada ikan asin tambah syahdu, De. Ha . . . . . . Ha . . . . . " kata Rio " Kamu doyan ikan asin ? " Tanya Deolinda " Doyan. Emang kenapa ? " Tanya Rio balik " Enggak sih. Aku pikir kamu enggak suka. " Kata Deolinda " Owh . . . . . . . . . . " Kata Rio kemudian mengambil tempe goreng dan mencoleknya di sambal dan mencobanya " Hem . . . . . . . . nikmat mana lagi yang kau dustakan. " Kata Rio " Ha . . . . . . ha . . . . . . . Lebay soh, Yo kamu. " Kata Deolinda dengan tawa sudah kalian bisa bayangkan nikmatnya makanannya. Sambal tomat, tempe goreng, telur dadar. Minumnya teh hangat. Lapar . . . . . . . ya. Eits jangan makan dulu . . . . . . . nanti saja setelah baca cerita selanjutnya ya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD