“Ini kamarnya, Non.” Wanita paruh baya mengantar seorang gadis berperawakan mungil, ujung pashmina tersampir di bahu kiri dan kanannya. Penampilan sederhana, tapi mobil mewah yang membawanya membuat sang wanita menaruh hormat berlebih. “Ini kamar Agis ... maksudku fitri Agisti,” ralatnya cepat. “Ini sebenarnya kamar Dara, Andara Pramesya. Hanya sudah hampir empat bulan ini dia tinggal bersama temannya-Agis.” “Oh, berarti awalnya ini kamar Dara ya bu?” “Nona kenal?” Kepala sang nona muda mengangguk pelan disertai senyum manis yang menawan. “Kami berasal dari kecamatan yang sama, berbeda dusun. Hanya pernah satu sekolah, perkenalkan namaku Wengi Kusuma, ibu cukup panggil aku Wengi saja.” Tangan Wengi terulur, langsung dibalas oleh sang empunya kos. “Juwita-mommy kos di sini.” Senyum

