Kabur

1500 Words

Salwa masih meringkuk di kasur, erat tangannya melingkar memeluk guling. Air mata tak kunjung habis. Terus mengalir deras meski kejadian sudah berlalu beberapa saat. Sungguh tidak habis pikir, bagaimana bisa Alvin memperlakukannya seperti itu. Apa arti cinta kalau ketakutan yang malah kini dirasa Salwa. Alvin memang tidak menyentuhnya, dia meninggalkan Salwa begitu saja di kamar yang terkunci dari luar. Tidak berapa lama Alvin kembali membawa satu set pakaian baru, melemparnya ke ranjang. “Pakailah.” Hanya satu kata yang diucapkan sebelum dia kembali meninggalkan Salwa sendirian menumpahkan kesal, marah dan kecewa jadi tangisan yang tak kunjung usai. Benci. Tidak ada lagi cinta yang tersisa meski lama mereka merajut hubungan di belakang layar. Apa yang tumbuh indah selama ini langsung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD