Trauma Wengi

1103 Words

Dara duduk di tengah keluarga Bramantyo, matanya awas, gelisah menunggu pembicaraan mulai dibuka. Tidak disangka apalagi terlintas dalam bayang pun rasanya tidak mungkin seorang Wengi Kusuma-anak dari seorang ibu yang gila duduk di rumah mewah bersama keluarga Bramantyo. Banyak tanya berkeliaran di otaknya. Namun, sayang Dara tidak punya hak untuk bicara. Dia hanya diminta diam dan menjawab kala diminta saja. “Mas, ini sudah dini hari. Apa tidak sebaiknya kita bicarakan ini besok saja.” Suara Wati terdengar lembut, merayu suaminya agar kemarahan yang sudah berkumpul dan menumpuk di otak tidak meledek detik ini juga. Lirikan mata Dara pun tertuju padanya. Wati yang kumal, Wati yang rapat menutup mulut kini bisa bicara dengan suara yang terdengar begitu lembut. Sayang seribu sayang, lagi-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD