Ikhlas

1091 Words

Malam terasa mencekam, Alvin terus didera rasa bersalah. Matanya enggan tertutup, duduk sendiri di taman belakang jadi usaha untuk menenangkan diri. Ya Tuhan, di rumah ini ada dua orang yang terus mengigau, ketakutan dan menjerit minta tolong karena trauma yang mereka alami. Agis ditemani Dara dan Salwa di kamarnya, sedangkan Wengi berada dalam dekapan Wati. Suaminya sedang pulang kampung untuk beberapa hari. Hendra sengaja menitipkan sang istri ke kedua orang tuanya karena tidak mungkin meninggalkan Wengi sendirian di Bogor. “Mas Alvin.” Ragu-ragu Salwa memanggil Alvin, sebenarnya tidak pernah dia mendekati sang tuan muda saat berada di rumah. Namun, ada hal penting yang harus Salwa ungkapkan. “Kamu belum tidur?” Alvin melirik sesaat sebelum membuang kembali pandangannya jauh ke dep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD