Terenyuh

1128 Words

Pelan Alvin melangkah mendekati Wengi. Semalaman dia sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Begitu melihat Wengi turun dari tangga, lekas Alvin menyusul untuk menyapa sang kakak. "Pagi my Princess." Tanpa rasa bersalah Alvin duduk di samping Wengi. Di teras belakang di mana semalam dia berbincang singkat dengan Salwa meski tak ada kesepakatan yang didapat. “Pagi.” Tidak ada senyum, tidak juga Wengi berniat memandang sang adik yang sedang memamerkan senyumnya. “Kakak sudah baikan?” “Apa kamu sudah pastikan keadaan Agis membaik?” Tanya dibalas tanya, tapi pertanyaan Wengi langsung menusuk benak Alvin. Dia meneguk ludah, semalaman tak sekali pun Alvin berniat menengok Agis. Rintih dan tangis kadang terdengar dari kamar tamu lantai atas yang dihuni Agis. Namun, telinganya seolah ditulik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD