Setelah kembali dari tebingan sungai Han, Melly lebih banyak melamun di atas sofanya. Jiwanya kacau dan pikirannya terus tertuju ke arah calon suaminya. Di saat rasa rindu, cinta dan sakit bersatu akhirnya air mata gadis itu jatuh begitu sahaja tanpa komando. Melly sesenggukan di atas sofa membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya, menumpahkan tangoisnya sepuas-puasnya Ting tong! Bell aprtmentnya berbunyi. Melly dengan langkah gontai membuka pintu “Abang ngapain kemari?” “Boleh abang masuk sebentar gak?” Bicara Danni dengan lembut “Gak boleh,” ketus Melly “Sayang, please” pria itu memohon dengan tampang memelas Melly hanya mengangguk kecil dan menyamping memberikan akses buat Danni masuk ke dalam kemudian menutup kembali daun pintunya “Mell, kenapa menangis sayang?” tanya Dann

