Dina kembali ke apartemen dengan pikiran kalut. Kata-kata ibu tirinya terus terngiang di kepalanya. “Reza adalah alasan kenapa hidup kita berantakan.” Pernyataan itu terasa seperti tamparan keras. Bagaimana mungkin pria yang selama ini melindunginya, yang mengaku tulus ingin membantunya, bisa menjadi penyebab kehancuran keluarganya? Saat pintu apartemen tertutup di belakangnya, Dina berdiri terpaku, memandang ruangan mewah itu dengan tatapan kosong. Dia mulai bertanya-tanya, apa tujuan sebenarnya Reza mendekatinya? Apakah ini hanya bentuk penebusan dosa? Atau ada maksud lain yang tersembunyi? Reza keluar dari ruang kerjanya, menyambut Dina dengan senyuman hangat. “Kau baru pulang?” tanyanya, mendekati Dina. Namun, Dina mundur selangkah, ekspresinya tegang. “Ya,” jawab Dina singkat, meng

