Hari pun berganti,4 hari sudah setelah kejadian Rama hampir menabrak Rara,semenjak pertemuan itu ternyata Rama sesekali menyempatkan diri bertemu dengan Rara.Diam diam dia membuka hatinya untuk Rara.Semenjak dia di campakkan oleh kekasihnya 4 tahun lalu baru kali ini dia membuka kembali hatinya.
Pagi sekali Rama sudah bersiap,dia lantas pergi menaiki Jeep kesayangannya,Pagi itu dia berpakaian rapi wajahnya yang berseri sangat jelas pria ini mempunyai karisma yang luar biasa bak Pangeran dalam negeri dongeng.
Dia mengendarai Jeepnya dengan laju yang stabil,rupanya dia menuju ke suatu tempat yang akan membuat tempat itu menjadi tempat teristimewa.Beberapa jam kemudian sampailah dia di tempat itu,di sana sudah ada beberapa orang sedang sibuk merenovasi tempat itu.Di setiap sudutnya terdapat beraneka bunga warna warni serasi dengan hiasan yang ada,seketika tempat yang tadinya biasa kini menjadi tempat yang indah dan Romantis.
"Plak...plakk....plak..."
terdengar hentakan kaki seorang wanita yang datang,seketika Rama menoleh ke arah suara itu dilihatnya ada sesosok Wanita memakai dress pas body berwarna merah muda.Di pandai ya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala,dia kagum dengan ciptaan Tuhan yang ada di depan matanya,begitu anggun dengan tubuh yang semampai,d**a yang menonjol padat berisi,tatanan rambut yang rapi make up yang sempurna menambah pesona wanita itu,bibir yang merona menambah gairah pria yang melihatnya.
Dengan berlahan Rama mendekati wanita cantik itu dan menjulurkan tangannya walau sedikit gemetar,melihat tangan di depannya gemetar wanita itu meraihnya,tak lain wanita itu adalah Rara.Hari ini Rama mengundang Rara berniat melamarnya.
"Apa ini mas..?!"tanya Rara yang kagum dengan keindahan ruangan itu.
Rama tak menjawab dia hanya tersenyum,lalu mengajak Rara duduk di kursi yang telah dia siapkan dari pagi.
"Ini...untuk orang yang spesial."godanya
Rara menerima kotak berwarna biru yang di sodorkan oleh Rama.
"Apa ini..?!"tanya nya penasaran
"Buka lah...!"pinta Rama
Perlahan Rara membuka kotak biru itu.
"Mas ini...?!!"dia terkejut melihat isi kotak itu sebuah kalung mas berliontin berlian,sangat mewah memang buat Rara.
"Boleh aku memakaikannya...?"Ijin Rama pada Rara,dia tak berkata hanya mengangguk...
Rama mengambil kalung itu dan memakaikannya di leher Rara,kini keduanya sangat dekat nafas keduanya berbenturan,Rara menikmati Aroma parfum yang di pakai Rama.Tak ingin rasanya jauh dari aroma segar itu.Membuat jiwanya yang genit membayangkan hal hal yang #####.
Rama memasangkan kalung sambil berbisik di telinga Rara"Aku ingin menjadikanmu Permaisuruku.!!"
"Deg..."jantung Rara serasa berhenti dan seakan waktu pun ikut berhenti,dia tak percaya dengan apa yang baru dia dengar.Rara menangis terharu lantas memeluk Pria Tampan dan mapan itu kini seakan dia berada di alam mimpi saja.Tak ingin rasanya melepas pelukan hangat dari Rama."Hai..hai ini tempat umum Rara.."hati kecilnya mengingatkan
lalu melepas pelukan itu.Rama kembali duduk dan memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan yang sudah dia pesan tadi.
"Mas,.aku ke toilet dulu ya?"ijin Rara padanya,Rama hanya mengangguk sembari melempar senyum.
Rara POV
Berjalan sambil senyum senyum sendiri,sesekali memegang kalungnya.
"Ya...Tuhan mimpi kah aku ini?"sambil mencubit lengannya.
"Aoughh.....sakit..!!!"rintihnya
"Ini nyata aku beruntung banget bisa ngedapetin Cwo setajir,setampan,Rama.Aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."
"Rara kau emang cantik,seksi pantas saja cwo setajir dia mau menjadikanmu permaisurinya."membanggakan dirinya di depan kaca,dia jadi salah tingkah di toilet membetulkan Bra-nya,merapikan dressnya lah,merapikan rambut,dan tak lupa dia menambahkan lipstik di bibirnya yang seksi itu,sebelum kembali ke mejanya tak lupa dia tak lupa menyemprotkan parfum di sekujur tubuhnya,meski parfumnya tak seharum dan tak sesegar yang dipakai Rama.
Dua puluh menit sudah Rama menunggunya,tak sabar kekasihnya kembali,dia beranjak dari kursinya ingin menyusul kekasihnya itu.Namun belum sempat berdiri sudah terlihat Rara berjalan anggun menuju tempatnya.
Siang itu Rama menghabiskan waktu berdua saja,tak jemu Rara memandangi wajah Rama begitupun sebaliknya.Mereka saling memandang kini Rara bersandar di bahu Rama.
"Mas..!"
"Apa...?"
"Aku ini kan orang biasa,sedangkan Mas itu Bos besar,kaya,tampan kenapa mas mau menjadikanku pendampingmu.?"tanya Rara
"Kenapa,?""pertanyaan macam apa itu,aku hanya manusia biasa sama sepertimu,yang ku punya sekarang hanyalah titipan Tuhan."memegang pipi kekasihnya,mereka saling pandang dan hasrat untuk melumat bibir seksi Rara tiba-tiba terlintas di benaknya,Rama adalah lelaki normal wajar kan dia punya hasrat.Begitu juga dengan Rara yang dari tadi sebenarnya menunggu moment ini.Keduanya makin dekat sekarang bahkan tak ada jarak diantara keduanya.
Tiba-tiba terdengar deringan handphone dari saku Kemeja Rama.Bergegas dia mundur dan melihat handphonenya ternyata itu dari sekertaris nya,karena sebenarnya hari ini dia ada janji dengan clien nya.
Akhirnya mereka berpisah,sebelum pergi Rama menyempatkan diri memberikan kartu kredit beserta pin pada Rara.
"Terima ini,untuk memenuhi kebutuhanmu."katanya sambil mencium kening pacarnya itu.
"Mas..gak usah mas..!"tolak Rara
seakan tak mendengar tolakan Rara ia pun bergegas pergi meninggalkan Rara disana seorang diri.
Setelah Rama pergi Rara menelpon Teman-temannya,ya pa lagi kalau bukan untuk pamer,maklumlah jiwa emak-emak yang suka rumpi.