Akhirnya hari yang dinanti Silva tiba,Minggu pagi dia sudah bangun lebih awal dari hari Minggu biasanya.Dengan raut wajah yang ceria dia mulai merapikan tempat tidur.Lalu membersihkan diri,setelahnya dia berkemas.
Hari ini Silva akan liburan keluar kota bersama pujaan hatinya.Dia sudah membayangkan kebahagian yang akan dia dapat disana nanti.
Selesai berkemas langsung menghampiri Ibu Dita,yang dari tadi sibuk menyiapkan hidangan sarapan di meja.
"Ceria..betul putri ibu pagi ini.."sambil memberikan piring berisi makanan kepada Silva yang sudah duduk di dekatnya.
"Hari inikan...pertama kalinya aku liburan jauh sama Kula."
"Jaga diri kamu disan Sil,jangan melakukan hal yang dilarang.Jangan buat ibu kecewa.."menghawatirkan putrinya
"Siap ....!!Ibuku yang Cantik.."goda Silva sambil menyantap sarapan di depannya.
Lagi asyik mereka berdua berbincang,dari luar terdengar suara Klakson mobil.
"Tu Kula...datang"sembari tersenyum menggoda putrinya
"Selamat pagi Tante..."Nakula memberi salam
"Pagi,sarapan dulu nak.."sambut Bu Dita
"makasih,Tante sudah di tunggu teman di mobil Tan,..kok kalian sarapannya cuma berdua?"tanya Nakula
"Ya ...kakaknya Silva sudah berangkat petang tadi,dia itu memang pekerja keras."membanggakan putranya
Silva mengerutkan dahi tanda tak suka ibunya terlalu memuji kakaknya.
"Nak..!ibu titip Silva jaga putri ibu ni.."
"Ya...Tante,putri Tante aman bersama saya."Nakula menyakinkan Bu Dita
"Silva pamit Bu"memeluk dan mencium pipi ibunya
"Hati-hati sayang.."membalas kecupan Silva.
Mereka masuk mobil,didalamnya sudah ada 2 teman Nakula Riko dan Sani,Silva juga mengenal keduanya dengan baik.
Mobil melaju cepat.Mereka ingin membuat Liburan kali ini berkesan maka sepanjang jalan ada saja yang membuat mereka ketawa.
Lama perjalanan,rasa capek pun kini dirasakan Silva tak terasa Dia tertidur pulas hingga tak sadar kalau sudah sampai tempat tujuan.
"Yang..bangun kita sampai."Ucap Nakula membangunkan kekasihnya.
Dengan malas Silva berlahan membuka mata,meregangkan otot yang kaku.
"Ayo..keluar semua sudah menunggu kita"
"Ya...."sahut Silva setengah manja
Nakula membuka kan pintu untuk Silva,menggandengnya lalu melangkah perlahan bersama.
Melihat keindahan tempat itu,Silva merasa senang lantas memberi senyuman manja pada Kula,tanda dia berterima kasih.
"Gimana Yank,tempat ini kamu suka..?"
"Suka,tempatnya sejuk,pemandangan indah.."
"Nanti kamu duduk disana(Kula menunjuk tempat duduk yang berada di atas)aku akan tunjukan Penampilan terbaikku di Panggung itu..(menunjuk panggung megah berada di tengah Lapangan)"
"Ogah...ah,aku mau jalan mencari Cwo yang lebih ganteng dari kamu"Godanya pada Kula sembari memencet hidung mancungnya
"Apa...,jangan donk"rengek Kula
"Biar aja...!!!"lari meninggalkan Kula.
Di saat Silva lari menggoda Nakula,dia menabrak seorang Pria.Pria itu berdiri sambil membawa laptop sedang sibuk berbincang dengan 4 karyawannya.
"Brakkk...!!!'"
"Maaf tuan saya tak sengaja.?"tegas Silva merasa bersalah
"Lain kali,jalan hati-hati di sini sibuk orang kerja.Pahan..!"Pria itu sedikit kesal dengan apa yang terjadi
Ketika menoleh keduanya terkejut,ternyata pria itu Rama.Wsnita yang menabraknya bukan lain adiknya Silva.Seketika wajah yang tadinya ceria kini berubah muram,muak dan cuek.
Kedua hanya diam,Nakula datang menghampiri mereka.
"Silva kenalin ini Bang Rama partner terbaik aku,dia ini salah satu orang besar yang menjadikan aku sepopuler ini."
tak ada respon dari keduanya
"Bang...kenalin pacar aku,baru sebulan kami pacaran."
"Kau pacaran dengan Silva kenapa baru bilang..dasar #####!!"tegur Rama sedikit marah
"Kenapa,Bang...?"Bang Rama kenal Silva.?"pura-pura tak tahu
"Dia itu adikku ######"!menegaskan
"Tapi kalian seperti tak saling sapa,aku juga gak pernah lihat kalian barengan.."
belum selesai dia bicara Silva menariknya menjauh dari Rama.
"Kenapa kamu gak bilang Yang..? kalau kamu kerja sama dengan kak Rama..?!!"
tanya Silva dengan nada kesal.
"Mana aku Tahu yang,bang Rama itu kakakmu.Kamu gak pernah cerita juga kalau kamu punya kakak yang tinggal sama kamu,kamu hanya cerita tentang ke3 kakakmu."
"Setidaknya kamu bilang siapa saja partner kerjamu...!!'
"Aku kan sudah sering cerita.."
"Sudah...ahhh....b###"pergi meninggalkan Nakula.
Nakula ingin mengejar kekasihnya itu,tapi seketika dia di panggil untuk menyiapkan diri.
Silva POV
Dengan wajah kesal dia duduk di salah satu pedagang kaki lima.Di tempat itu sedang diadakan Festival pasar Raya dan pameran kerajinan lokal maka tempat itu di penuhi pedagang.
"mbk...!minuman dinginnya satu ya.!"pintanya pada penjual
"ya..Mbak."
"Sejak kapan kak Rama jadi partner Kula,apa orang yang selalu di puji Kula itu kakak..?begitu hebat kak Ram dimata Kula,seakan dia itu malaikat siap menolong saat dia butuhkan.seakan kak Rama orang berjasa di hidup Kula.Kenapa Kula mengagumi sosok kakak ya...?"
banyak pertanyaan berputar di kepalaku.Aku dikagetkan suara detungan Drum lalu diikuti suara musik lainnya,suasana yang tadinya hiruk pikuk kini terhenti sejenak, kemudian semua melanjutkan Tugas masing-masing.Ku lihat Nakula dan temannya sudah ada di panggung,kulihat kanan kiri,mataku berhenti menatap pria sibuk menunjuk sana sini mengarahkan apa yang harus dilakukan karyawannya.Tak lain orang itu kak Rama.
memang dia sangat cakap berbicara mengarahkan sesuatu kepada karyawannya, pantas saja dia dikagumi oleh kula. Kulihat dia juga sangat disegani oleh karyawannya semua orang yang lewat di depannya sangat menghormatinya
"Kenapa aku memperhatikan dia,dia itu memang b##### dua hanya baik di depan orang saja. Padaku Dia sangat k##m dan j##t.. d###r pencitraan."kataku dalam hati
Aku membalikkan badan menghadap minuman yang ada di depanku sayang kalau tak di biarkan, cuaca semakin panas tak ada yang mengajakku ngobrol. semua orang sibuk dengan kerjanya masing-masing. Saat aku sibuk dengan ponsel di tanganku dari samping terdengar suara orang memesan minuman dingin.Tak asing aku dengan suara itu, benar saja saat aku menoleh itu adalah kakakku Rama.
"cuaca hari ini panas ya dek?"mencoba berbincang denganku
Aku yang malas berbicara padanya hanya mengangguk.
"Berapa lama dek kamu mengenal Kula.?"
"sudah lama.."jawabku ketus
"Ehmmm...."
"Dek sini..ada sesuatu yang menarik di sana"tanpa seperti tujuanku dia menarik tanganku.
Aku yang bosan duduk di sana sendiri hanya pasrah mengikuti.Dia mengajakku berkeliling melihat pasar Raya yang diadakan di situ.
Banyak barang lokal yang bagus-bagus dijual di sana. Kak Rama berhenti di suatu tempat,penjaga tenda sedang membuat batik.Kak Rama meminta izin untuk diajari cara membuat batik. Mendengar permintaan kaka dengan kata yang sopan.Ibu pembuat batik itu pun mengijinkan kami untuk mencoba membuat batik.
Selembar kain putih diberikan kepada kak Rama, ibu itu lalu mengarahkan Kaka untuk mengikuti contoh yang ada di kain.
Dengan tangan yang gemetar Dia memegang alat batik. Hingga tintanya tertuang ke mana-mana, melihat gitu tak kusadari aku tersenyum.
Ternyata hal itu disadari juga oleh kakak, dia menoleh ke arahku sembari melempar senyum manisnya.
"Senyum...sepuasnya,sudah."katanya
"sini dek coba kamu yang membuat batik ini.."tantangannya sembari memberikan kain dan alat batik itu kepadaku.
Aku menerimanya dan meminta agar ibu membuat batik itu,mengarahkan bagaimana cara membuat batik yang baik. setelah mengikuti instruksi yang diberikan Ibu itu,hasil batikku rapi.
Kak Rama melihat ke arahku melemparkan jempolnya dan dia berkata "Hebat juga ya kamu dek.."
"Siapa dulu dong Silva.!!"ucapku membanggakan diri.
Sebenarnya kakak itu adalah orang yang suka menjahiliku waktu kita masih sering menghabiskan waktu dulu. Dengan sengaja dia mengoleskan tinta di hidungku, respect aku nggak terima kalau wajah bersih ku ini dicoret sama orang yang aku benci.
Ku kejar dia ingin rasanya membalas m####### wajahnya dengan tinta.Ternyata kemampuan lari kaka dari dulu tak berkurang meskipun dia sibuk dia tak lupa menyempatkan diri untuk berolahraga, nafasku tersengal capek mengejarnya. Melihat aku yang duduk kecapean pantas dia menghampiriku.
"Dari dulu kau lemah dalam berlari."katanya mengejekku
"Barin.... lari itu kan hal yang menyebalkan"
Tak terasa suasana yang tadinya membeku kini mencair, aku tak canggung lagi berbagi tawa dan cerita pada kakak.
"Sini..."dia jongkok di depanku ingin menggendongku di punggungnya.
"aku kan bukan anak kecil lagi kak.."tolakku manja
"Sudah nurut aja ayo sini..!"nadanya sedikit marah.
Entah kenapa aku menurut kata-katanya.
Dia menurunkan ku di depan sebuah tenda yang menjual aneka baju.
Kakak membolak-balik baju yang ada di gantungan, padahal kan itu kan baju cewek pikirku.
"Kakak mau membelikan baju untuk siapa orang yang spesial ya .."godaku
"Iya tapi kakak nggak tahu baju seperti apa yang spesial buatnya"
"boleh aku bantu memilih kan kak.?"
"Tentu saja kalau kau tak keberatan."
"Sebutkan ciri-ciri orang itu kak agar aku tahu ukuran berapa yang pas untuk orang yang spesial itu."
"Orangnya cantik tapi sayang dia gendut bawel dan cuek.."
"apa hubungannya cuek dengan baju?"tanyaku heran
Dia hanya tersenyum ke arahku.
"Warna apa kesukaan orang spesial itu kak..?"sambil memilih baju.
"Warna putih bercorak hitam mungkin cocok untuk cewek cuek itu.."
"Itukan warna kesukaanku..!!"
"Ia memang orang spesial itu adalah kamu dek."senyum kearahku
aku hanya melotot ke arahnya sambil tersenyum manja.
Kini rasanya aku bertemu dengan kakakku yang sudah lama pergi dariku.
mungkin itu juga yang dirasakan oleh kak Rama karena dari tadi dia tak ingin jauh dariku dia, terus menggodaku mengajakku untuk ketawa.
Lelah kami bercanda tawa,perutku terasa lapar.Tak terasa ku lirik jam yang melekat di tanganku menunjukkan 14.21 WIB.
"Kak aku lapar.."merengek manja
"Kita ke situ yukkk.,..kelihatannya makanan itu bersih rasanya pu pasti enak."Kaka ku ini dari dulu memang selalu pilih-pilih dalam soal makanan.
Menarik tanganku,dari tadi emang sudah ada di genggamannya.Kak Rama memesan dua makanan.Selesai membuat penjual itu memberikan dua porsi pada Kaka.Baru beberapa detik dia menerima makanan,da orang berlari dari belakang.Mendorong sengaja,sampai kak Rama jatuh tersungkur.
Melihat kejadian di depanku,dengan sigap ku balas dua pr#### itu.Sedikit aku bisa bela diri,waktu SMA dulu di sekolahku ada ekstra kurikuler bela diri.Aku ikut serta di dalam nya.
Merasa kesakitan pr#### itu lari,aku kira mereka sudah jera.
"Hebat ...juga ."puji kak Rama sambil membersihkan kemeja yang terkena tanah.
Tak kusangka,pr#### itu kembali bahkan sekarang ada 10 orang.Merasa aku terancam,Kaka bergegas berdiri langsung pasang kuda-kuda.Lalu menarik tanganku,untuk berada di belakangnya.Tak banyak bicara mereka langsung menyerang kak Rama.Karena di situ banyak pedagang kami lari ke tempat sepi.Para pr#### itu tanpa basa basi langsung menyerang kak Rama.
Mereka kualahan menghadapi Kaka.
Baru tau sekarang,kalau kakak jago dalam bela diri.
Sekuat apapun Kaka,kalau kalah jumlah pasti kualahan juga.
"Silva....!!!!Lari cari perlindungan...!!!."Teriaknya merasa aku dalam bahaya.
"Tidak...!!Aku akan membantu Kaka.!"
"Jangan..keras kepala,Cepat lariii...!!!!"Teriaknya dengan Emosi.
"Silva ....Lariii!!!"
Aku mengikuti perintahnya,dalam pikiranku aku akan berlari menuju tempat Nakula dan rombongan.Mereka pasti akan menolong Kaka.
"Innovel writing_Cahyani@169