“Mengapa kita harus kembali kerumah jam segini?” tanya Benedict saat helikopter itu perlahan terbang kearah barat menuju Southampton. Menghembuskan napasnya kasar, “Ini sudah pukul empat sore, jika kau tidak senang, kau bisa turun...” desis Alexander membuat Benedict berdecak kesal. “Ini bukan mobil, jika aku turun maka akan melayanglah nyawa ku ke surga...” “Maka dari itu lebih baik kau diam daripada ku tendang keluar.” gumam Alexander membuat Benedict mengunci mulutnya. Benedict memilih diam daripada Alexander benar-benar menendangnya keluar. terkadang pria tak punya hati itu dapat melakukan hal-hal gila tanpa bisa ditebak. Memperhatikan Alexander yang sedang menerbangkan helikopter ini dengan mimik wajah yang sangat serius, kelam, namun terlihat menggebu ingin segera kembali keruma

