Catherine terisak berusaha menenangkan hatinya yang kalut, napasnya yang sesak dalam gelap. Berusaha bernapas dengan baik meski terasa sangat sulit, bahkan sisa tangisannya membuat napasnya terputus-putus. Catherine menatap keatas entah langit-langit seperti apa yang dia temukan, semua tak nampak, bahkan seberkas cahaya dari sela pintu tak mampu menerangi ruangan penuh debu yang luas itu. Tuhan, aku tidak bisa bernapas… Rasanya semua terbatas... Aku ingin bebas… Terbang jauh hingga ke langit teratas... Seperti burung-burung kecil yang bebas... Bersenandung riang di angkasa luas… Namun mengapa sulit kau merestui ku… Untuk mewujudkan segala mimpi-mimpi ku… Hanya satu... Aku ingin menjadi diriku yang terbebas dari belengu… Belengu dunia ku yang biru, kelam abu-abu… Tanpa

