Part 34. Breathing in the dark...

1507 Words

“Cath, open your eyes...” suara berat pria itu membuat Catherine membuka matanya. Alexander menangkap mata biru seindah langit itu terkuak dengan pipinya yang memerah semerah bibir ranumnya. Menggigit tipis bibirnya itu dengan tangan yang mencengkram otot lengan Alexander yang keras sembari berusaha menahan desahan nya. Catherine terpaku saat mata setajam elang berwarna hitam pekat itu memakunya dalam hasrat, sendu dalam debaran yang syahdu dan terasa lebih lembut dari sebelumnya. Pria itu menunduk sembari mengecup pipinya, lalu menyentuh daun telinganya. “Jangan ditahan, desahkan namaku...” bisik Alexander membuat darah Catherine berdesir hebat. “Eummhhh, I can’t...” desis Catherine merasakan milik Alexander yang jantan menghujamnya dibawah sana. “Jangan berbohong, Cath. Lepaskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD