Chapter 5

794 Words
Sesampainya revan dirooptop ia mendudukan dirinya disofa dihadapan teman temannya yang berada dirooptop. Setelah beberapa menit tidak ada suara akhirnya terdengar pertanyaan yang membuat revan mengernyit dahinya lalu tersenyum. " van lo kenapa tiba tiba ngeklaim tuh cewe? ".ucap alex karena dirinya bingung dengan sikap revan yang seperti ini. " mau aja, emang kenapa? ".ucap revan datar. " bukan itu jawaban yang gua mau van, gua butuh penjelasan dari lo".jelas alex dan diangguki temannya yang lain karena memang semuanya penasaran alasan revan mengklaim adik kelas sebagai pacarnya itu. " kalian gak perlu tau alasan gua buat mengklaim tuh cewe".ucap revan datar " oke kita gak akan tanya alasan lo kenapa lo klaim dia, tapi kalo lo niat untuk jadiin pelarian dari masa lalu lo, jangan ke dia van dia cewe baik baik".ucap ravin memperingatkan langsung ditatap tajam oleh revan " maksud lo apa ngomong kaya gitu hah!!? ".ketus revan karena dirinya tidak suka saat sahabatnya berpikiran seperti itu terhadap dirinya, padahal ia tidak ada niat seperti itu bahkan berpikiran seperti itu pun tidak ada. " udah udah jangan ribut , maksud ravin cuma ngingetin lo doang van".ucap alex menenangkan saat revan sudah terbawa emosi. " gua juga gak tau alasannya kenapa gua ngeklaim tuh cewe".gumam revan dan masih didengar sahabatnya saat semua sibuk dengan pikirannya masing masing. Saat mendengar gumaman revan semua nya menoleh pada cowo itu yang sedang memijat pelipisnya dan serempak semuanya mengngangguk tanda mereka semua mengerti. ~~~ Siang hari, dimana bell bunyi pulang sekolah berbunyi, revan dan sahabatnya turun dari rooptop untuk kembali ke kelas mereka dan mengambil tas yang berada di kelas, sedangkan revan melangkahkan kakinya dikoridor kelas sebelas untuk menjemput gadisnya. " ehh ada ka revan, nyari rora ya?".kikuk regina saat menatap revan yang sudah ada didepan pintu. " hmm".ucap revan datar " bentar ya ka aku panggilin dulu".ucap regina pelan karena sedari tadi ia merasa ditatap dengan tatapan tajam oleh revan. Akhirnya regina melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas untuk memberitahu aurora bahwa ada yang mengunggunya. " ra, diluar ada ka revan kayanya udah dari tadi deh".ucap regina yang membuat aurora binggung " mau ngapain emangnya? ".ucap aurora hanya dibalas gelengan kepala oleh regina, dan keduanya melangkah ke luar kelas. " ada apa ka? ".ucap aurora saat baru sampai didepan pintu dan langsung di tatap oleh revan. " pulang bareng".ucap revan datar, dan lagi membuat aurora bingung "hah".ucap aurora yang membuat revan berdecak "kamu pulang bareng aku".ucap revan. " emm sory, ra ka revan aku pulang duluan ya".ucap regina langsung berjalan tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya. " ehh regina tung-".ucap aurora saat ingin mengerjar regina namun ada yang menahan tangannya. " aku udah bilang bukan, jangan pernah bantah apa yang aku bilang".ketus revan "Maaf".lirih aurora saat mendengar nada bicara yang keluar dari mulut pacarnya. Dan tanpa mau membalas omongan aurora ,revan terlebih dahulu sudah menarik tangan aurora udah mengikutinya. ~~~ " emm ka aku bisa pulang sendiri, takut aku ngerepotin ".ucap aurora lembut karena tidak ingin membuat revan marah, tetapi dirinya malah mendapatkan tatapan dingin. " masuk ra".ucap revan dingin karena tidak ingin dibantah, karena aurora tidak ingin membuat revan emosi dirinya melangkah masuk ke dalam mobil. Hening. Suasana didalam mobil yang berisi dua insan yang berbeda jenis keduanya masih menyelami apa yang ada dipikiran meraka tidak ada yang berniat membuka pembicaraan hingga sampai didepan gerbang rumah yang tampak asri yang ditumbuhi popohonan yang hijau dan berbagai jenis bunga, karena memang pada dasarnya bunda rita sangat menyukai bercocok tanam seperti itu. " emm ka, makasih ya udah nganterin aku".ucap aurora mulai pembicaraan setelah lamanya mereka hanya berdiam didalam mobil. Revan menganggukan kepala dan menahan tangan aurora sebelum turun "jangan lupa ganti baju, makan, solat, abis itu istirahat ".ucap revan lembut " iya ka, kaka juga pulangnya hati hati".ucap aurora dengan senyum. Setelah mobil revan meninggalkan pekarangan rumah gadisnya, aurora memegang dadanya karna saat ia ingin turun dari mobil entah kenapa jantungnya serasa ingin copot dari tempatnya. Aurora sudah tidak memikirkan kenapa jantungnya berdetak cepat. Lebih baik sekarang ia masuk dan langsung mengistiratkan tubuhnya karena sekarang dirinya benar benar cape entah itu fisik atau pikiran. ~~~ "Assalamualaikum".salam aurora saat membuka pintu dan mendapatkan bundanya sedang berjalan ke arahnya. " walaikumsalam, tadi bunda kayanya lihat kamu turun dari mobil deh, itu mobil siapa? Pacar kamu? ".ucap bunda rita tersenyuk geli saat melihat wajah anaknya memerah. " apaan deh bunda tadi itu teman aku tau".ucap aurora dengan kesal " namanya siapa temen kamu? Biasanya kamu selalu sama regina, tapi tadi kayanya bukan mobil regina deh".goda bunda rita yang membuat aurora memonyongkan mulutnya. " gak tau ah, aku mau ke kamar dulu".ucap aurora sambil berlari setelah mengecup pipi bundanya. Karena kalo ia terus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberi bundanya tidak akan selesai sampai bundanya puas. Lebih baik ia masuk ke kamar membersihkan badannya lalu solat dan makan siang seperti apa yang diucap pacarnya? hah sudahlah.pikir aurora 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD