Ketokan pintu yang begitu nyaring ditelinga begitu menggangu si pemilik kamar yang masih memejamkan mata.
tok tok tok
" ra, bangun udah pagi nanti kamu telat berangkat sekolah".ucap bunda rita yang sambil melangkah masuk ke kamar seorang gadis yang masih bergelung dalam selimutnya.
"hmmm,,iya bun lima menit lagi ya".ucap aurora dengan suara khas bangun tidur dengan mata yang masih terpejam.
"gak ada lima menit lima menit'an sayang,,lima menit tapi nanti malah bablas satu jam ayo bangun cepet nanti telat".ucap bunda rita dengan kekehan, memang benar aurora meminta waktu tambahan selama lima menit tapi ia melanjutkan tidurnya sampai satu jam sampai ia harus sampai sekolah jam 9, tadinya aurora tidak mau masuk sekolah tetapi bunda nya maksa untuk berangkat sekolah.
flashback on pov
"bunda ini udah jam sembilan aku gak usah sekolah ya lagian juga pasti gerbangnya udah ditutup".ucap aurora dengan wajah cemberutnya karna sangat malas harus berangkat di jam segini.
"enggak,,kamu harus sekolah lagian suruh siapa kamu tidur ko kaya kebo".ucap bunda rita yang masih maksa agar aurora tetap masuk sekolah
" tapi bun,,,nanti ini udah siang nanti aku di huk-".ucap aurora
" lebih baik dihukum kesiangan dan dihukum dari pada tidak pergi ke sekolah sama sekali".ucap bunda rita
"huh iya bun kalo gitu aku berangkat".ucap kesal aurora karna tidak diperbolehkan untuk bolos sekolah padahal hanya sekali saja.
"bagus anak bunda pinter".ucap bunda rita dengan senyum kemenangan.
"hmm aku berangkat assalamualaikum".ucap aurora sambil melangkah berjalan meninggalkan bunda diruang makan.
"waalaikumsalam".balas bunda rita
flashback off pov
"ayo bangun aurora kasian pacar kamu udah nungguin dari tadi".ucap bunda rita dengan senyum mengingat ucapan seorang laki laki yang memperkenalkan dirinya sebagai pacar dari anaknya.
"hmmm,,,iya bun- hah pacar?".ucap aurora kaget yang tadinya posisinya masih tertidur dengan mata terpejam akhirnya langsung bangkit ketika mendengar kata pacar.
"iya cepetan, pacar kamu lagi ngobrol sama ayah kamu dibawah".ucap bunda rita.
tanpa menjawab ucapan bunda aurora langsung berlari masuk ke kamar mandi,setelah beberapa menit menyelesaikan ritual mandinya aurora keluar kamar dan melihat seseorang yang nampak tidak begitu asing baginya sedang berbicara dengan ayah dan bunda nya, dan ia tidak melihat abang kesayangan nya pasti abangnya itu sudah pergi dari tadi bahkan sebelum dirinya bangun.
"pagii,,,yah".ucap aurora "loh ko ka revan ada disini ngapain?".lanjut aurora
"pagi sayang,,ko kamu ngomongnnya gitu kasian loh nak revan pagi pagi udah nungguin kamu,padahal kamunya aja belom bangun".ucap ayah wisnu ketika mendengar sapaan dari sang putri dan menatap seorang laki laki dengan senyum karna dirinya merasa tidak enak mendengar ucapan anaknya ketika menyapa seseorang yang ada dihadapannya.
"maaf yah bukan maksud aku kaya gitu".ucap aurora dengan lesu
"minta maafnya jangan sama ayah,minta maafnya sama nak revan".suruh ayah wisnu
"maaf kak aku gak maksud ngomong kaya tadi".ucap aurora lirih dirinya masih takut dengan seseorang yang kini sudah menjadi pacarnya, padahal buat apa takut walaupun revan menyakiti dirinya kan ia sedang bersama orang tuanya? begitulah aurora.
"iya gapapa, maaf juga aku gak ngabarin kamu dulu kalo aku mau jemput kamu".ucal revan tersenyum mendengar ucapan sang kekasih
"yaudah sekarang kamu sarapan dulu, kasian nak revan biar gak nungguin kamu makin lama".ucap ayah wisnu dan disampingnya ada istri tercintanya yaitu bunda rita yang sedang tersenyum melihat anaknya yang sedang tertunduk entah apa yang dipikirkan.
"hmm gak usah yah,,,aku sarapan di sekolahan aja nanti".ucap aurora pada sang ayah
"ya sudah kalo begitu lebih baik kalian berangkat sekarang agar tidak telat, dan kamu punya waktu sarapan sebelum bell masuk".ucap ayah wisnu dan mendapat anggukan dari sang putri.
" yaudah yah,,,aku sama kak revan berangkat assalamualaikum".ucapan aurora dan menyalami kedua tangan orangtuanya dan diikuti revan.
setelah sampai teras rumah revan dan aurora mendekati sebuah mobil dimana mobil itu selalu dipakai oleh revan setiap berangkat sekolah.
" ayo masuk ra".suruh revan dengan senyumannya yang membuat siapapun yang melihat akan kecanduan dengan senyuman nya itu,karna jarang sekali revan tersenyum bahkan manisnya melebihi gula jawa.
"iya ka".ucap aurora dengan jantung yang berdetak cepat duh ko jantung gua kenceng banget si detaknya manis banget lagi senyum kak revan.ucap dalam hati aurora
setelah memastikan aurora terduduk dengan nyaman revan memutari mobilnya dan duduk di kursi kemudinya dan menyalakan mesin mobil. setelah beberapa menit tidak ada pembicaraan aurora yang merasa tidak enak dengan pacarnya atas ucapannya yang tadi pagi ia lontarkan begitu jasa akhirnya berbicara.
" hmm kak aku minta maaf ya soal yang tadi".ucap aurora dengan kepala tertunduk kebawah dan memainkan jari-jarinya karna ia takut kalau pacarnya akan marah.
"iya gapapa".ucap revan senang dan mengelus puncak kepala gadisnya karna pacarnya atau gadisnya ini meminta maaf dan sangat menyenangkan dihati revan.
setelah beberapa menit perjalanan yang begitu macet akhirnya mereka sampai sekolah dan untung gerbang belum di tutup dan bel beberapa menit lagi.
sampai diparkiran dan matikan mesin mobil, revan memutuskan turun terlebih dahulu dan sedikit berlari ke sisi kiri dimana didalam itu terdapat sang gadis dan revan membuka kan pintu
" makasih ka".ucap aurora dengan senyum yang mengembang dan dibalas anggukkan kepala dengan senyuman oleh revan.
"ka aku langsung ke kelas ya".ucap aurora yang masih berjalan di sisi revan begitu ia akan belok ke koridor kelas nya namun ditahan oleh revan dan dibalas dengan dahi mengkerut.
"kamu belum sarapan".ucap revan karna sadar gadisnya mengkerutkan dahinya bahwa ia tidak paham apa yang ia lakukan.
" ouh gak usah ka nanti aja aku makannya istirahat".ucap aurora dengan santai dan tidak menyadari perubahan raut wajah revan yang terlihat rahangnya mengeras.
"ra kamu sadar sekarang kamu ngebantah aku".ucap revan datar dan dingin dan melihat sang gadis menunduk dan mengucap kata maaf.
" ayo sekarang ke kantin dulu baru masuk kelas".ucap revan masih dengan aura dinginnya.
" tapi kak aku -".ucap aurora masih dengan kepala tertunduk karna takut dan ucapan nya terhenti ketika tangan revan sudah terlebih dahulu menarik tangannya menuju kantin.
"ra sekarang kamu ikutin apa kata aku atau aku akan marah, lagi pula ini untuk kebaikan kamu".ucap revan datar dan menghembuskan nafasny ketikamelihat gadisnya masih menunduk menatap sepatu yang gadisnya pakai.
"maaf"
~~~~~~~~~~~~~~~~~