Chapter 7

497 Words
Setelah 5 bulan dari kejadian dimana revan notabennya kakak kelasnya memaksa adik kelas nya untuk menjadi pacarnya. kini aurora sudah mulai mencintai revan begitupun revan yang semakin posesif terhadap apa yang ia miliki terutama pada gadisnya. terlihat sosok laki laki yang sangat posesif tengah berdiri disamping mobil yang ia bawa untuk menjemput gadisnya miliknya itu siapa lagi kalo bukan aurora shalsabila adijaya yang membuat ia senyum senyum sendir jika ia mengingat wajah yang begitu menggemaskan bagi dirinya. "hai,,,maaf nunggu lama".ucap aurora  ketika sudah sampai di depan revan. "iya gapapa, mau kamu berapa lama pun aku pasti nungguin kamu".ucap revan sambil tersenyum dan mengacak rambut gadisnya. "ahh, jangan diacak acak kan udah rapi tau".kesal aurora ketika rambutnya yang sudah tersisir rapi agar terlihat cantik didepan kakak kelas yang notabennya pacarnya itu. "hahaha, iyaiya maaf ya".ucap revan dengan tawa begitu melihat wajah aurora yang terlihat kesal. "yaudah jalan sekarang aja, takut pulangnya kemaleman".ucap revan sambil membukakan pintu mobil untuk aurora. "ouh iya ka, aku besok mau ke toko buku sama temen temen aku, jadi besok aku gak pulang bareng ya".ucap aurora setelah melihat lihat mobil dan motor yang berlalu lalang dijalanan melalui jendela mobil. " biar aku antar besok, lagian besok aku gak sibuk ko".ucap revan lembut "enggak usah sekalian aku mau hangout bareng temen temen aku kan udah lama banget aku gak jalan sama mereka,boleh ya?".ucap aurora dengan raut wajah puppy eyes yang membuat siapapun yang melihat akan gemas sendiri. "huh, yaudah tapi pulang aku yang jemput".ucap revan "mau atau gak pergi sama sekali".lanjut revan ketika aurora akan menolak tawarannya. huh "oke kalo gitu".balas aurora dan begitu tidak ada pembicaraan lagi ia memalingkan wajahnya ke jendela melanjutkan aktivitas melihat mobil motor yang berlalu lalang. setelah mengantar Aurora pulang ke rumah, malamnya Revan menjemput Aurora untuk mengajak Aurora kesuatu tempat. " mau kemana ka?" " ikut aja dulu yuk,".ajak Revan sambil menuntun Aurora masuk kedalam mobil. sampai di sebuah keramaian yang begitu menyenangkan bagi aurora yaitu pasar malam, setelah makan dan bermain revan sengaja mengajak aurora ketempat pasar malam yang begitu banyak permainan yang siap di tumpangi mereka berdua. "wahh, ka kita naik bianglala yuk".ucap aurora dengan antusias "memangnya kamu berani?".ucap revan dengan nada mengejek. "ya berani dong bianglala mah gak ada apa-apanya".balas aurora dengan angkuh begitu mendengar ejekan pacarnya itu. "oke, kita buktiin tapi kalo kamu kalah kamu enggak boleh makan es cream selama satu bulan,deal".ucap revan dengan perjanjian yang membuat aurora kesal. "yah, jangan gitu dong".ucap aurora dengan memanyunkan bibirnya. "kalo gitu berarti kamu takut".ucap revan "iyaiya deal".kesal aurora dan tidak mendapat balasan dan hanya kekehan yang terdengar ditelinga aurora yang membuat dirinya semakin kesal. " ayo kita beli tiketnya dulu".ajak revan dan menggenggam tangan aurora agar mereka tidak berpencar karna begitu banyak orang yang berada dipasar malam. setelah turun dari bianglala revan terlihat cemas karna melihat wajah gadisnya begitu pucat. " ra,kamu gak papa".cemas revan "enggak aku gak papa".ucap aurora lembut agar revan tidak terlalu cemas terbadap dirinya. "yaudah sekarang kita pulang aja ya lagian juga udah malem".ajak revan dan mendapat anggukan dari aurora " Revan " deg tubuh revan menegang ketika melihat seseorang yang memanggil namanya. dan aurora hanya menatap binggung keduanya. " Lisa "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD