Chapter 3

832 Words
Kicauan burung bagaikan alunan dipagi hari dan semua orang sudah sibuk dengan kegiatan nya masing masing entah ada yang pergi ke sekolah, ke kantor, ada pula yang pergi ke pasar untuk membeli sayuran untuk dikonsumsi makan sehari hari. " pagi semua,,, loh bang ko Lo udah ada disini ajh kapan pulangnya? ".ucap aurora dengan sedikit aneh pasal nya abangnya sudah duduk manis dikursi yang biasa lelaki itu duduki. " pagi sayang".ucap orang tua aurora barengan dengan senyum gelinya setelah melihat raut wajah aurora Yang nampak aneh namun menggemaskan. " pagi dek,,,tadi abang pulang subuh".balas kenzo dengan senyum dan mendapatkan anggukan dari adik imutnya itu bahwa ia mengerti. Selesai sarapan aurora pamit untuk pergi ke sekolah agar ia tidak telat karena jam sudah menunjukan waktu jam 06.20 dan gerbang akan di tutup jam 07.00. " rora berangkat dulu ya yah bun".pamit aurora sambil mencium tangan orang tuanya " Lo mau bareng gua gak dek?".tawar kenzo pada adiknya. " gak usah deh bang gua berangkat naik bis ajah".ucap aurora tersenyum dan diangguki abang kenzo. " rora pamit assalamualaikum".salam aurora sambil berjalan keluar rumah menuju halte depan kompleknya " walaikumsalam".balas bersamaan ketiganya. ~~~ " ngapain lo disini".ucap aurora saat melihat orang yang ingin ia hindari tapi ternyata orangnya sudah ada didepan gerbang rumahnya. " ya mau jemput kamu, kamu kan pacar aku".ucap revan orang yang memaksa dirinya menjadi pacarnya kemarin. Ko dia tau ya rumah gua tau dari mana? Bodo ah. Ucap aurora dalam hati Aurora memutar bola matanya malas "gua gak mau lagian juga gu-".tolak aurora "dan aku gak terima penolakan dari siapapun, oiya satu lagi kalo ngomong sama aku jangan pake lo-gue".potong revan saat dirinya tau akan dapat bantahan dari gadisnya itu. gadisnya? Apakah revan sudah jatuh cinta dengan perempuan ini hingga ia menganggap bahwa didepannya ini adalah gadisnya ? Tapi apakah perempuan didepannya ini sudah menjadi miliknya? Tapi kan dirinya sudah mengklaim menjadi miliknya kemarin walau dengan terpaksa. " gua gak ma-".ucap aurora terhenti ketika ditatap tajam oleh lelaki yang mengklaim bahwa ia milik lelaki itu " sekarang mau masuk sendiri atau aku yang akan gendong kamu untuk ma-".ucap revan terhenti karena melihat gadisnya itu sudah berjalan dan membuka pintu mobilnya. Dan membuat revan tersenyum tipis. " dasar pemaksa".rancau aurora kesal karna ia tidak dapat menolak perintah itu kalo ia menolak ia akan mendapat tatapan tajam Yang menyeramkan itu Revan mengulum senyum tipis mendengar ucapan perempuan yang sudah menjadi pacarnya itu. Akhirnya revan memutari mobilnya sedikit berlari kemudian duduk dikursi kemudi. ~~~ Didalam mobil sedari tadi tidak ada yang memulai pembicaraan keduanya sibuk dengan pikirannya masing masing. Dan terdengar suara revan ditelinganya membuat perempuan disebelahnya menoleh sebentar dan langsung memalingkan wajahnya ke depan " aku gak mau kamu deket sama lelaki lain mau itu sahabat kamu sekalipun".ucap revan datar "kamu dengerin aku gak sih".lanjut revan saat dirinya tidak ditanggapi dengan sedikit berteriak. " iya gu- aku denger".ucap aurora sedikit takut pasalnya ia hampir saja ia salah mengucapkan. "good girl,,, sampai aku lihat kamu sama lelaki, aku akan lakuin sesuatu ke lelaki yang deketin kamu".ucap revan dengan senyum tipis entah kenapa ia akhir akhir ini sering tersenyum saat sedang memikirkan gadisnya itu? Masa ia dirinya sudah jatuh cinta secepat itu? Karna rasanya menyenangkan saat melihat wajah gadis nya Yang menggemaskan. Mobil mercy berwarna putih membuat semua murid yang berada diparkiran seketika terhenti. Bukan karena merk mobilnya tapi orang yang mereka kagumi sedang membuka kan pintu untuk seorang perempuan. " eh liat deh ka revan ganteng banget ya" " itu kan adik kelas yang kemarin ditembak sama revan" " gak cocok sama ka revan, ka revan cocoknya sama gua". " apaan sih cewenya ko manja banget " Saat aurora mendengar bisikan bisikan yang tidak suka terhadap dirinya ia hanya menunduk kan kepala. dan aurora melirik tangan yang saat ini digenggam dan sepertinya ada yang membisikan sesuatu ketelinganya saat ia mendongak ternyata orang yang membuat ia terkenal secara cepat yaitu revan kakak kelas yang arogan Yang sekarang sudah menjadi pacarnya "angkat kepala kamu, gak usah didengerin ada aku".bisik revan menenangkan karna ia melihat gadis disampingnya menunduk. ~~~ " sekarang kamu masuk nanti istirahat aku jemput jangan keluar kelas sebelum aku jemput paham!!? ".ucap revan saat sudah sampai di kelas aurora Aurora memutar bola matanya malas saat ia masuk kedalam kelas pasalnya teman teman kelasnya ini langsung menyerbu dirinya untuk menanyakan apakan gosip itu benar atau tidak. " pagi,,, kenapa tuh muka udah Kaya lap dapur aja".ucap regina dengan kekehan saat melihat wajah aurora yang terlihat kusut. " tau gak sih lo seketika gua jadi artis dadakan cuma karna gua pacaran sama kakak kelas arogan itu".ketus aurora sambil meletakkan tasnya diatas meja dan duduk disebelah sahabatnya karena memang mereka duduk sebangku. " ya harusnya lo bersyukur dong jadi terkenal".ucap regina dengan tawa " mending jadi artis beneran lah ini terkenal karena pacaran sama tuh kaka kelas arogan yang ada di bully gua sama fans fans itu".ketus aurora " yaudah kali jangan ketus ketus ngomong sama gua nya".ucap regina masih dengan kekehannya karna tawanya terhenti ketika ia melihat sahabatnya seperti ingin memakan orang. Dan hanya mendapat dengkusan kasar dari sahabatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD