Sejak pulang sekolah tadi aurora langsung masuk kamar dan merebahkan tubuh nya diatas kasur queen size nya tanpa melepaskan seragam yang melekat ditubuh nya itu hingga terlelap dalam tidurnya.
Hingga terdengar seperti ketukan diluar pintu yang membuat aurora sedikit terganggu dalam tidurnya.
Tok tok tok
" ra, sayang bangun yuk.. udah sore kamu kan belum makan siang".ucap Rita bunda aurora.
" hmm.. Iya bun nanti aku ke bawah".ucap aurora
" yaudah bunda tunggu dibawah ya sayang".ucap bunda rita
" hmm ".ucap aurora dengan deheman karena sebenarnya entah kenapa dirinya masih sangat ngantuk seperti ada magnet di kasurnya hingga ia enggan untuk meninggalkan kasurnya itu padahal ia sudah tidur kurang lebih dua jam lamanya.
huh. Bangun aurora dengan wajah khas bangun tidur ya ampun gua belom ganti baju .ucap dalam hati saat ia menyadari bahwa ia belom ganti seragam bahkan kaos kaki nya masih melekat di kaki nya.
Setelah aurora selesai dengan ritual Mandi sorenya ia turun ke bawah untuk menemui bundanya dan makan siang yang sempat tertunda karena dirinya tertidur.
" sore bun.... Abang belom pulang bun?".ucap aurora karna dirinya belom melihat sang kakak tersayangnya. Memang aurora anak kedua dari Rita Amalia dan Wisnu Adijaya dan kenzo pratama adijaya sang kakak tersayang dan ia kuliah semester delapan Yang sebentar lagi akan lulus.
" abang kamu tadi ijin sama bunda katanya dia mau kerja kelompok dirumah temennya".ucap bunda rita dan mendapat anggukan dari aurora karena dirinya tau abangnya itu sedang sibuk sibuknya mengerjakan tugas kuliahnya dan dirinya merasa kasian ke abangnya karena sempat ia melihat abangnya mengerjakan tugas sampai tengah malam saat dirinya ingin ke dapur untuk mengambil air minum.
" sekarang kamu makan dulu... bunda mau ke dapur sebentar".ucap bunda rita dan meninggalkan aurora yang sedang makan.
" iya bun".balas aurora
Setelah makan siang yang sempat tertunda ia kembali ke kamar dan berniat menghubungi sahabatnya ia ingin menceritakan semua yang ia pikirkan sedari tadi.
Regina is calling
"Hallo kenapa ra".sahut disebrang telepon saat tersambung
"Gua mau curhat Re".
" iya Lo mau curhat apa? Masalah sama kak revan Yang Lo ditembak itu? ".
"Iya... Gimana ya caranya ngehindarin dia? ".
" lah Lo disaat semua perempuan yang ada di SMA CHANDRAWINANTA Pengen deket sama kak revan lah Lo malah mau ngehindarin dia".ucap regina dengan kekehan.
" ish Lo mah gak ngerti gua tuh takut sama dia apalagi dia punya fansnya banyak banget".ucap aurora
" ya kalo gua yang ditembak sama kak revan nih gua bakal sujud syukur soalnya kapan lagi kan punya pacar terkenal cucu pemilik sekolah lagi".
" ish Lo mah bukannya Bantu cari solusi gimana caranya gua ngehindarin tuh kakak kelas arogan itu".
" arogan arogan gitu tapi ganteng kan?".canda regina disebrang telpon
" buat apa ganteng kalo kasar huh?".
" ya buat bebeb rora tercinta lah".ucap regina dengan tawa nya
" dasar punya sahabat gak ngebantu Lo".
Tut tut tut
Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh aurora karena ia merasa bukannya mendapatkan solusi malah membuat ia jengkel sendiri.
"Gimana ya caranya ".gumam aurora
Huh
Kenapa dirinya yang terjebak dengan masalah ini , ia tidak suka terhadap kakak kelasnya yang satu ini karena lelaki ini sangat egois dan arogan.
Dan hari semakin malam dan aurora sedang makan malam bersama keluarganya hanya kurang kakak tersayangnya karna kata bunda kakaknya itu ingin menginap sama dirumah temannya.
" sayang gimana disekolah? Apa ada yang jahatin kamu? ".ucap wisnu
" gak ada yah".ucap aurora dengan senyum manisnya padahal ia sedang banyak pikiran yang mengganggu dirinya.
" yaudah kalo ada apa apa kamu cerita sama ayah atau bunda ya".balas wisnu dengan senyum tulus
" iya yah pasti".ucap aurora dengan senyum karna ia tau bahwa ayah nya ini sangat takut jika ia kenapa kenapa.
Sedangkan di satu sisi bunda rita hanya tersenyum melihat sikap suami nya yang sangat menyanyangi kedua anak nya.
Setelah makan malam aurora pamit untuk kembali ke kamarnya karena ia ingin mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.
Tugas sudah selesai aurora merebahkan dirinya diatas kasur dan melirik jam diatas nakas dan sudah menunjukan jam 09.00 malam sudah waktunya ia tidur. Memang wisnu tidak membolehkan aurora tidur diatas jam sembilan malam karena besoknya harusnya pergi sekolah sedangkan di Hari libur wisnu melarang aurora untuk tidur diatas jam sebelas malam.