Chapter 1

1211 Words
Hari Senin dipagi hari seluruh sekolah sedang melaksanakan upacara bendera merah putih termasuk SMA CHANDRAWINANTA dimana sekolah ini milik kakek dari Revan Putra Winanta yaitu Chandrawinanta -kakek revan- Semua siswa siswi berlomba-lomba menuju Lapangan agar tidak terkena omelan sang guru killer. "Ayo dong jalannya cepetan nanti kena omel sama pak danu". ucap aurora terhadap sahabatnya Regina kalistha yang sudah menjadi temannya Dari kelas sepuluh. "Iya sabar rora ini juga jalannya cepet kali".ucap regina sedangkan sahabatnya itu mendengus mendengarkan omongan sahabatnya itu. karna apa dari tadi mereka jalan baru beberapa langkah mereka tiba-tiba berhenti lebih tepatnya Regina perempuan pencinta laki laki tampan Yang melebihi standard yang sedang melirik ke arah koridor lebih tepatnya ke arah kakak kelas yang sering disebut juga the most wanted SMA CHANDRAWINANTA yaitu Revan putra winanta dan teman temannya yang memiliki ketampan yang melebihi standard. Aurora dan Regina melanjutkan jalannya menuju barisan setelah mereka sampai dimana barisan kelas mereka berada. " Rora, tadi lo liat gak kak revan ganteng banget ya ".ucap regina sambil senyum senyum tidak jelas, tetapi orang yang diajak bicara itu tidak menggubris omongan sahabatnya itu karna dari tadi pak danu sedang melirik ke barisan dimana mereka baris daripada dia kena omelan dari guru killer itu lebih baik dia diam saja. " untuk yang sedang mengikuti upacara bendera diharap jangan ada Yang berisik ".ucap pak danu disaat dirinya melihat siswi yang sedang mengobrol dengan teman disebelahnya Setelah satu jam lamanya upacara berjalan dengan lancar semua murid bubar dari lapangan entah itu langsung ke kelas mereka atau pun ke kantin karna mereka ingin membeli minuman untuk menghilangkan haus mereka tetapi Aurora Dan regina memilih untuk membeli minum karna sedari tadi mereka menahan haus karna teriknya matahari juga yang membuat kulit mereka terasa terbakar. " Re anter gua dulu yuk ke kantin soalnya gua gk bawa minum".ucap aurora " Oke gua juga mau beli minum soalnya gua juga lupa bawa minum tadi pagi kesiangan untung aja gua gak telat ".ucap regina dengan senyum khasnya yang memperlihatkan lesung pipinya. " bukannya emang tiap pagi lu selalu kesiangan kan ".sindir aurora seperti pertanyaan namun yang dikatakan adalah pernyataan yang disindir hanya memperlihatkan deretan gigi nya. " yah lo jangan salahin gua dong salahin drakor nya kenapa bikin penasaran terus jadi gua pengen nonton terus-terusan sampe gak inget waktu jadinya kesiangan deh ".ucap regina dengan wajah lesu aurora yang mendengarnya hanya menghela nafas karna hanya itu yang dijadikan alasan oleh sahabatnya itu selain pencinta cowok tampan yang melebihi standard dia juga pencinta drama Korea. Disaat jalan menuju kelas dua perempuan itu tidak melihat jalan dan akhirnya salah satu dari mereka menabrak seorang kakak kelas yang sangat arogan dan ditakuti seluruh murid SMA CHANDRAWINANTA sekaligus pewaris dari sekolah yang mereka tempati itu siapa lagi kalo bukan Revan anak dari aditya winanta -ayah revan- Pemilik Winanta'corp " maaf gua gak seng- ".ucap orang yang menabrak revan. " Lo kalo jalan gak pake mata ya, mata lo ditaro dikaki hah ". Sela revan dengan ketus . " Re gimana nih". bisik aurora orang yang menabrak revan tadi karna melihat raut wajah kakak kelas yang menyeramkan itu. Yang ditanya hanya menggelengkan kepala dengan raut wajah cemas karna ia tau sifat kakak kelasnya ini. " gua kan udah minta maaf sama lo lagian juga gua gak sengaja lo juga kenapa jalan didepan gua ".balas aurora dengan sedikit takut. Manis. Dalam hati revan Revan senyum diiringi dengan seringaian karna baru kali ini ada yang berani terhadap dirinya " Lo berani sama gua Lo gak tau siapa gua hah? ".ucap revan terdengar seperti bentakan. " udahlah van dia kan bilang dia gak sengaja lagian juga dia perempuan".bisik teman revan bernama Bimo aryatirtayasa diangguki temannya yang lain karena mendengar omongan revan yang diliputi dengan emosi itu takut nanti perempuan yang ada dihadapannya kena amukan revan, karena revan tidak pandang bulu mau laki laki atau perempuan sama saja bahkan guru pun ia lawan terkecuali orang tuanya. " gua gak peduli mau dia perempuan atau lelaki dia harus tanggung jawab ".ucap revan dan teman temannya hanya mendengus mendengar omongan revan karena mereka tau revan tidak suka dibantah atau mereka yang terkena amukan revan. " oke nanti gua cuci seragam basah Lo atau nanti gua beliin yang baru buat Lo".ucap aurora dengan gugup karena bentakan dari revan karena ia tidak pernah di bentak oleh siapapun termasuk orang tua nya tidak pernah membentak dirinya dan disamping itu regina hanya mengelus pundak aurora agar sahabatnya itu sabar mendengar omongan kakak kelas arogan itu tetapi dirinya menyukai kakak kelas itu. " gua gak butuh seragam baru dari Lo gua masih punya uang untuk beli seragam bahkan untuk seluruh murid disini ".ucap revan dengan arogan. " terus lo mau apa hah? ".ucap aurora dengan ketus karna dirinya sudah tidak bisa menahan emosinya karna kakak kelas satu ini. " gua mau lo jadi pacar gua mulai sekarang".ucap revan dengan keras dan ditatap aneh oleh teman temannya bahkan seluruh murid yang berada dikoridor menoleh kearah mereka karena baru kali ini revan ingin berurusan dengan perempuan bahkan perempuan yang menjadi primadona Yang cantik dan memiliki tubuh Yang indah tidak pernah ia gubris sama sekali karena yang mereka tau seorang revan putra winanta tidak pernah mau dekat dengan perempuan karena ada satu hal yang terjadi dimasa lalunya. " gua gak ma-". tolak aurora dan langsung dipotong oleh revan " dan gua gak terima penolakan apapun".ucap revan dengan senyum tetapi bukan senyum yang manis yang ia berikan melainkan senyum yang membuat siapapun Yang lihat bergidik ngeri. " mau atau gak gua gak peduli mulai sekarang Lo jadi pacar gua".ucap revan sambil berjalan mendekati aurora lalu membisikan sesuatu "kalo Lo gak mau, gua bakalan cium lo disini ". ucap revan dengan seringaian saat melihat tubuh aurora menegang. " oke gua mau jadi pacar lo ".ucap aurora dengan gugup "Good girl ".ucap revan masih dengan seringaiannya setelah mengecup pipi kiri gadis itu ia melanjutkan jalannya yang tertunda berbeda dengan aurora gadis yang dikecup pipinya oleh revan the most wanted wajahnya terlihat merah karena menahan emosi dan malu karena semua kejadian itu disaksikan banyak murid yang berada dikoridor. Setelah kejadian dikantin dimana seorang gadis yang dicium oleh the most wanted itu menjadi perbincangan hangat di SMA CHANDRAWINANTA " Rora Lo kenapa sih dari tadi melamun mulu nanti kalo Lo ketauan gak merhatiin tuh guru didepan nanti Lo dihukum ".ucap regina sedikit berbisik karena takut ketauan oleh guru didepan yang sedang menjelaskan materi didepan. " gua gak kenapa kenapa ko lo tenang aja".ucap aurora dengan senyum agar sahabatnya itu tidak khawatir " Lo serius? apa mau ke uks aja nanti gua ijinin? ".ucap regina dengan nada khawatir " gua gak apa apa cuma lagi banyak pikiran aja".ucap aurora dengan senyum menyakinkan dan dibalas dengan anggukan kepala oleh regina Setelah beberapa jam belajar waktunya istirahat tiba semua murid berlarian ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong " ra lo mau ke kantin gak?".ajak regina pada sahabatnya " duluan aja re gua gak laper".ucap aurora dan diangguki oleh regina dan dirinya pun melanjutkan catatan yang belum selesai ia catat karena terlalu Lama memikirkan kakak kelasnya itu Yang sekarang berubah menjadi pacar.ucap dalam hati aurora dilengkapi dengan gelengan kepala bahkan dia tidak punya pikiran untuk pacaran Setelah Bel bunyi pulang seluruh murid SMA CHANDARAWINANTA berhamburan keluar dari kelas menuju parkiran untuk Yang membawa kendaraan dan berdiri di depan gerbang untuk menunggu jemputan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD