Zane duduk di hadapan layar komputer perpustakaan, jari-jarinya mengetik cepat. Fokusnya tertuju pada serangkaian kata kunci yang ia ketik di kolom pencarian. Social media pattern, location tracking. Pikirannya terkunci pada pola-pola aneh dan detail-detail teknis. Ia berusaha keras mengabaikan lingkungan sekitarnya, tahu bahwa Rena mungkin mencarinya di mana saja. Tiba-tiba, ada pergerakan di sisi mejanya. Seseorang meluncurkan kursi di hadapannya. Zane mendongak cepat, siap memasang sikap defensif. Di hadapannya, duduklah sesosok yang asing namun samar-samar familiar. Rambut panjang yang biasanya indah kini tersembunyi di balik beanie gelap. Tubuhnya dibungkus hoodie kebesaran berwarna abu-abu. Wajahnya polos tanpa riasan mencolok. Zane hampir tidak mengenalinya. Hanya tatapan mata ya

