Zane terbangun dengan rasa pusing, efek sisa dari pil tidur kuat yang ia telan semalam. Pagi telah tiba, cahaya matahari menembus tirai tipis kamar hotel. Ia melihat jam, sudah hampir pukul sepuluh pagi. Ia telah tidur selama hampir sepuluh jam tanpa gangguan, tidur terlama dan terenak yang ia rasakan sejak tiba di Bangkok. Namun, kedamaian itu segera lenyap begitu ia mengingat kejadian semalam. Zane segera bangkit. Ia berjalan ke kamar mandi, mencuci muka dengan air dingin untuk mengusir sisa-sisa obat dari kepalanya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, mata yang terlihat lelah. Ia tidak bisa berlama-lama di hotel ini. Meskipun aman, harga sewa kamar semalam telah menguras dompetnya. Ia butuh tempat persembunyian yang lebih murah dan bertahan lama. Zane kembali ke kamar, mengemas ra

