Bab 26

1378 Words

"Obat…?" "Ya. Untuk sementara waktu. Bukan solusi permanen. Hanya penstabil. Kamu butuh fondasi yang lebih tenang sebelum kita bisa bekerja." Dokter meletakkan resep di meja, mendorongnya pelan ke arah Rena. Kertas itu berhenti tepat di tepi meja di sisi Rena. Rena menatap kertas itu. Tangannya terulur pelan. "Obat bisa membantumu menjaga pikiran tetap stabil." Rena mengangguk, hanya sedikit. Sebelum kemudian dia undur diri dari sana. *** Perl duduk di tepi ranjang hotel. Ia meremas pangkal hidungnya, menahan frustrasi. Air shower terdengar dari dalam kamar mandi. Zane sedang mandi. Ia menggigit bibir, mencoba menurunkan emosinya, tapi gagal. Pintu kamar terbuka. Rendi kembali, masih mengenakan jaket yang belum ia lepas sepenuhnya. Ia tidak mengatakan apa pun pada awalnya, hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD