Pertemuan kita 3

1390 Words
Alex meringis kearah Alma yang berada tak jauh darinya. dari meja tempatnya duduk Alma memandang Alex dengan tatapan membunuh. wajar sekali jika Alma seperti itu padanya. penyebabnya tentu saja setan betina yang sedang menggelendot dilengan kirinya. siapa lagi kalau bukan Maryam. Alex tidak habis fikir kenapa Maryam yang dulu menolaknya mentah - mentah berubah menjadi berbalik menyukainya. Alex sadar kalau ia memang ganteng. tapi bukan berarti semua cewek yang mendekatinya jadi ia embat. gini - gini Alex punya prinsip yang kuat dalam memilih wanita yang ia pacari. setan dalam dirinya pasti sedang mencibir Alex sekarang. bagaimana mungkin pria b******k sepertinya bilang punya prinsip dalam memilih wanita kalau sebelumnya saja ia kerap bergonta - ganti teman kencan. itu semua ia lakukan karena belum ketemu yang cocok, lagipula fikirannya sedang terjajah oleh Alma seorang Alex bermonolog dalam hati dalam rangka membela perilakunya selama ini. Jangan - jangan Maryam mengalami hal yang sama dengannya. Menyesal karena telah menolaknya dahulu. Alex menggeleng, jangan sampai hal itu terjadi. lebih baik Maryam tidak menyukainya sama sekali daripada ia harus menghadapi kemarahan Alma padanya. Alma memonyongkan mulutnya menahan kesal. sekali ganjen tetap ganjen! jadi cewek kok kegatelan banget ya ? tapi kalau cowoknya model Alex sih dimaklumin kali ya. sudah tajir, berpenampilan menarik lagi. nilai plus yang pasti diidamkan semua orang. apa Alma bisa bersaing dengan Maryam ? Alma memang belum pernah marah sejak mereka menjalin hubungan serius. namun Alex tidak mau kekasih hatinya jadi marah karena hal yang tidak penting. " kamu suka sama dia ? " tanya Maryam melihat Alex yang terus - terusan melihat pada Alma. sia - sia saja Maryam menyuruh Alma pisah meja dari mereka jika fokus Alex tetap pada sekretarisnya. " tempo hari kamu bilang kamu tidak menyukainya " " bukan urusan kamu " " kamu tahukan kalau aku suka sama kamu ? " " kita sedang membicarakan urusan bisnis bukan urusan pribadi " " kenapa kamu jadi berubah ? bukannya dulu kamu suka sama aku ? " Alex mengerutkan dahinya. " oke ! aku minta maaf karena dulu nolak kamu. bisa kita mulai lagikan ? sekarang aku yang nembak kamu. maukah kamu jadi pacar aku ? " Alex melongo sesaat, menatap Maryam sekilas sebelum mengalihkan pandangannya pada Alma yang ... Alma berlalu tanpa melihat padanya lagi. Alex tidak bisa menjabarkan dengan jelas apa yang sedang ia rasakan. perasaannya jadi bercampur aduk seketika. " aku mau ... " " benarkah ? " tanya Maryam dengan muka berbinar bahagia. " aku mau kerja sama kita tidak diteruskan lagi " kata Alex penuh penekanan. Alex menyingkirkan tangan Maryam dari tangannya. " asal kamu tahu, aku tidak suka pada dia tapi sangat suka! aku mencintai dia dengan segenap hatiku " Maryam terhenyak mendengar pengakuan Alex. tidak menyangka kalau dirinya kalah dibanding cewek dekil tersebut. cantikan Maryam kemana - kemana! *** Alex beruntung bisa mengejar Alma disaat yang tepat. sebelum Alma mendapatkan taxi, Alex terlebih dulu memarkir mobilnya didekat Alma. Lebih beruntung lagi karena ia tidak harus melalui drama penolakan saat meminta Alma masuk kedalam mobil. Alex menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Alma tidak mau repot bertanya kemana tujuan mereka. terserah kemana Alex akan membawanya yang penting Alma bisa menyelesaikan ganjalan hatinya belakangan ini. Sampai Alex memasuki basement sebuah gedung barulah Alma bertanya kemana Alex mengajaknya. " Masuk dulu nanti kamu juga tahu " jawab Alex. Disinilah mereka, disebuah apartement yang diakui oleh Alex sebagai tempat tinggalnya. " Mau minum apa, panas atau dingin ? " tawar Alex. " dingin saja " " teh , sirup ... " Alma mendelik karena kesal untuk hal yang lain. belum hilang kesal yang tadi ditambah lagi dengan yang baru. " aku ambil sendiri saja, dimana dapurnya ? " tanya Alma berdiri dari duduknya. Alex tersenyum tipis. meraih tangan Alma ingin membimbingnya ke dapur. " kenapa harus pegang tangan segala ?! " Alex cuma nyengir melihat Alma dalam mode kesal. Alma kembali mendelik pada Alex demi melihat isi kulkas Alex yang nyaris kosong. tidak ada yang bisa Alma pilih selain air putih dan ... wine ??? " kamu mau aku minum yang mana ? " tanya Alma menantang Alex. Alex segera meraih botol wine sebelum tangan Alma sampai duluan. membawanya kebelakang tubuhnya. " kamu minum alkohol ya ? " " nggak " angguk Alex. Alma melotot. " sesekali " aku Alex akhirnya. " kalau begitu aku juga mau minum itu " gantian Alex yang melotot mendengar permintaan Alma. " siniin " Alma mengulurkan tangannya. " nggak ! " tolak Alex cepat, segera berjalan kearah meja kompor. tidak membuang waktu untuk membuang semua isi botol kedalam sink. tak lupa membuang botol bekas kedalam tempat sampah. " kamu jangan coba - coba minum alkohol, sampai kamu berani nggak akan aku maafin " " Biarin saja, aku juga belum maafin kamu kok " Alex menghela nafasnya pelan. " aku kan nggak salah yang ngapain kamu marah ?" " nggak salah katamu ? yang tadi itu apa ?" Alma meneguk air yang baru Alex keluarkan untuknya langsung dari botolnya. nggak ada manis - manisnya sedikitpun. biar saja Alex illfeel padanya. Alex meraih botol yang baru diletakkan oleh Alma diatas meja, meneguknya seperti yang Alma lakukan. " yang tadi itu dia yang mepet - mepet " " kamu juga maukan ? " " mau apanya, sudah aku tolak tadi " " palingan besok pas ketemuan gitu lagi. kalian kan sama - sama suka makanya kek gitu " Alex tertawa ," ngomong yang jelas dong yang, kek gitu apanya coba... " ucap Alex geli. " dia saja yang mau dekat - dekat dengan aku. maklum pacarmu inikan ganteng yang. kalau aku maunya kamu seorang " ember mana ... Alma mau muntah saja, marahnya skip aja dulu. melihat Alma yang mual mendengarnya tawa Alex semakin menjadi. Alma meninggalkan Alex didapur untuk kembali keruang tamu tempatnya meletakkan tas nya. Hpnya berbunyi. panggilan dari Reyhan. Alma masih menimbang akan menerima panggilan dari Reyhan atau tidak saat benda pipih tersebut berpindah ketangan Alex. Raut wajah Alex langsung berubah melihat nama yang ada di hp Alma. Alma mengambil alih kembali hpnya dari Alex. " Jangan diangkat " ucap Alex. " kenapa ? " tanya Alma bingung. ini tidak seperti ia yang tertangkap basah sedang selingkuhkan. karena nyatanya ini merupakan panggilan pertama Reyhan sejak mereka bertukar nomor kontak. " Jangan diangkat " ulang Alex. Alma meletakkan ponselnya diatas meja. Alex beringsut kearah Alma kemudian memeluk sang kekasih dengan sayang. Bukannya membalas pelukan Alex yang Alma lakukan mendorong tubuh Alex agar berjarak dengannya. " masalah kita belum selesai ya. kamu belum jelasin Maryam itu siapanya kamu ? " Alex memegang tangan Alma. memainkan jari - jari lentiknya. " Mantan pacar kamukan ? " tebak Alma menuduh. " Bukan " " jangan bohong kamu, jelas - jelas dia bilang kalian punya kisah masa lalu " " Bukan berarti kami pernah pacarankan ? " Alma sepertinya mengerti apa yang terjadi. " kamu ditolak, iya ?" Alex mengangguk lemah. " mau mencoba lagikah ?" " kamu ? jangan bilang kalau mau mencoba lagi dengan Reyhan ?!" " kenapa balik menuduh? aku bahkan sudah lama melupakannya " " sama! kita sama ... jangan bahas itu lagi, oke ?" " tapi dia sepertinya mau lho, mana dia cantik banget lagi. badannya bagus kayak model pas sama kamu " " aku nggak suka yang kurus, nafsunya sama yang seksi kayak kamu... lebih terasa " kerling Alex menggoda. " Alex !!!" " aww ... " Alex mengusap perutnya yang baru dicubit oleh Alma dengan keras. saat Alma mau bangkit Alex segera menarik tangan Alma sehingga membuat Alma terjatuh kepangkuan Alex. sambil memeluk badan Alma, Alek segera membaringkan badannya diatas sofa. keduanya tidur berdesakan. Alex meletakkan kepala Alma dilengannya. memeluk dari belakang sambil mengelus rambut Alma. " Masa lalu pasti akan senantiasa membayangi kita kemanapun kita melangkah. sekuat apapun kita ingin melupakannya akan ada masanya kita akan teringat kembali. tugas kita hanya berusaha agar masa lalu tidak menghambat langkah kita kedepannya." Alma mendengarkan Alex dengan jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. tidak pernah Alma sedekat ini sebelumnya dengan lawan jenis yang lain. pengalaman pertama Alma diperlakukan semanis ini. " kamu pasti sangat menderita selama ini sampai kamu membuangnya " Alma menggangguk dengan air mata yang jatuh perlahan. dibelakangnya Alex juga menangis tanpa suara. " kamu tidak perlu lagi melakukannya, aku menerima kamu apa adanya. Alma yang aku kenal adalah Alma yang berambut keriting " ucap Alex sambil memperketat pelukannya. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD