Pertemuan kita 4

1033 Words
Alma dan Alex tidak memiliki jadwal malam mingguan seperti pasangan yang sedang berkencan lainnya. terlalu tua untuk melakukan rutinitas yang identik dengan kawula muda tersebut. namun juga enggan melewatinya dengan berdiam diri dirumah saja. Alex bingung harus duduk berduaan diruang tamu rumah Alma. tidak bisa ngapa- ngapain karena diruang keluarga ada Mami Alma yang sedang menonton televisi. " keluar yuk Yang, nyari makan " bisik Alex. " kamu lapar ? " Alex mengangguk. " didapur masih ada makanan, makan dirumah aja ya " tawar Alma tidak peka. Bukan tidak peka sih, tapi sengaja mengerjai Alex yang jadi mati gaya karena tidak pernah ngapel sebelumnya. untung Alma cewek, meski baginya pengalaman pertama juga tapi Alma tidak harus mengalami grogi saat bertemu orang tua pacar. Alma dan Alex memang cukup menyedihkan. " aku pamit sama mami dulu " ucap Alma membuat Alex lega tidak jadi makan dirumah Alma. bukannya apa, Alex cuma merasa belum bisa langsung akrab dengan Mami Alma. Alex hanya butuh proses menuju sana. Alma kembali bersama sang Mami. " tante, kami keluar dulu " pamit Alex. Mami Elen mengangguk ," jangan kemalaman pulangnya " pesannya. " iya tante " Alex dan Alma beranjak keluar rumah bertemu dengan Alana yang baru pulang kerumah. setiap hari selama libur Alana memang sering keluyuran main bersama teman - temannya. biasanya ia pulang lebih lambat daripada Alma pulang bekerja. Alana tersenyum manis kearah Alex. tidak menyangka akan bertemu teman lama. Alana tidak tahu Alex adalah bos Alma yang sekarang menjadi pacar Alma. " Alex, lama kita nggak ketemu " sapanya sambil memeluk Alex akrab. tak lupa cium pipi kanan dan kiri. Tubuh Alex jadi kaku menerima pelukan Alana sekaku wajah Alma yang menatapnya. " Alana kamu sudah kenal dengan pacar Alma sebelumnya ? " pertanyaan Mami Elen membuat Alana menatap Alex tak percaya. Alex melepaskan pelukan Alana. berjalan mendekat kesisi Alma. " kalian pernah bertemu dimana ?" selidik Mami Elen. nalurinya sebagai seorang ibu memaksanya untuk lebih waspada. " kami teman satu smp tante " jawab Alex cepat. Alex tidak mau Mami Alma sampai menaruh curiga padanya. " benar begitu Alana ?" Alana mengangguk pelan, masih berusaha mencerna kenyataan yang baru diketahuinya. Alex dan Alma berpacaran ... yang benar saja! " Alma, apa Alex orangnya ? " Alma menggeleng ", bukan Mi " Mami Elen mengangguk mengerti. " kami pamit Mi " ucap Alma. ditariknya tangan Alex menuju mobil Alex yang terparkir diluar pagar. Alex mengikuti langkah Alma yang menariknya dengan terburu. sempat menoleh kebelakang tapi tidak ada lagi Mami Alma disana yang ada hanya Alana yang juga sedang menatap padanya. melihat Alex yang menoleh kebelakang Alana tersenyum sambil mengerling yang dibalas Alex dengan tatapan datar. Hingga mereka tiba disebuah warung tenda tidak ada pembicaraan yang tercipta. Alex sabar menunggu Alma menjelaskan maksud pertanyaan Maminya tadi. Nasi goreng seafood yang tersaji didepan mereka tidak mampu menggugah selera keduanya. Alma memainkan sendok mengaduk - aduk nasi goreng dipiring. Alex membiarkan teh panasnya menjadi dingin tanpa menyentuhnya sama sekali. " Yang ... " Alex memanggil Alma. ditatapnya wajah pujaan hatinya yang sedang bengong. Alma menoleh balas menatap Alex. " kamu nggak mau cerita apa maksud Tante tadi ? " tanya Alex hati - hati. " Mami ngira kamu Reyhan " Alex sudah menduganya. melihat apa yang telah terjadi mustahil rasanya kalau sampai orang tua Alma tidak tahu. Alex berdehem melegakan tenggorokannya ," memangnya Reyhan tidak pernah berkunjung selama berpacaran dengan kamu atau dengan Alana, mungkin ... ?". ragu - ragu Alex bertanya takut memperburuk mood Alma. " aku nggak tahu " geleng Alma " aku langsung pindah setelah kejadian itu " Alex tersenyum sambil memegang tangan Alma yang ada diatas meja. " Aku juga tidak tahu selama apa mereka berpacaran sepeninggal aku " " sepertinya tidak lama, bahkan sepertinya mereka juga berpisah setelah itu" Alma tidak ingin memikirkan lebih jauh tentang mereka. " apa dia masih menelfon ? " Alma mengangguk ," tapi tidak aku angkat, kemarin dia ngajakin ketemuan tapi belum aku iyain " Alex mendengkus, ketara sekali cemburu mengusik perasaannya. " kalau dia mau ketemu kamu terima saja, tapi harus sama aku juga. jangan sampai dia minta balikan lagi " " jangan terlalu cepat berasumsi. bisa saja dia cuma ingin bersilahturahmi " " kalian tidak sedekat itu! " Alma mencibir ," iya tidak seperti kamu dengan kak Alana kan ? " Alex merasa posisinya jadi tidak aman lagi. Alma sudah melempar tuduhan padanya. " kami juga tidak dekat " sangkal Alex. " kita lihat saja nanti " " kamu tidak percaya sama aku ? " " aku tidak bilang begitu " " jadi maksud kamu bicara begitu apa ? jangan bilang kamu cemburu pada kakakmu sendiri ? " Lagi, Alex kembali mengakui ia salah memilih kata - kata. maksudnya ingin bercanda tapi sangat tidak lucu bagi Alma maupun dirinya. konotasi yang ingin Alex sampaikan pasti berbeda dengan apa yang akan Alma tangkap. begini amat ya jadi orang ceplas ceplos. jadi Laki- laki harusnya Alex lebih kalem. tapi kenapa jika bersama Alma, Alex tidak bisa menjadi pria cool yang irit bicara ? Jika pada wanita lain hanya tangan Alex yang aktif bekerja sedangkan saat bersama Alma rasanya semua anggota tubuhnya jadi ingin bekerja'. " kamu bisa pegang janjiku, aku nggak akan berpaling pada dia. " " apa jaminannya ?" " apa yang kamu mau " Alma pasti tidak mengira kalau Alex benar - benar serius dengan perkataannya buktinya Alma cuma tertawa. Alex ikut tertawa jadinya. kegembiraan Alma selalu cepat menular padanya. " bagaimana kalau kita menikah secepatnya ? " " kenapa nanya begitu ? " Alma balik bertanya. " aku mau kita punya ikatan yang pasti " " untuk apa ?? " " untuk kita " jawab Alex yakin " terlepas dari semua godaan yang ada, aku yakin ingin menjalani hidupku dengan kamu " " kamu melamar aku ? disini ? " Alex meringis ," maaf Yang, aku bukan pria yang romantis " sesalnya " nanti aku ulang lagi " " jadi yang sekarang batal ya? " Hampir saja Alex mengangguk, untung refleksnya masih bagus sehingga bisa segera menggeleng disaat yang tepat. " ini juga jadi dong masa batal " " kirain " " jadi kamu maukan nikah sama aku ? " Alma mengangguk dengan seulas senyuman. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD