Reyhan menatap Alma tepat dibola matanya. Ada perasaan yang sulit untuk didefenisikan yang sedang ia rasakan. Alma yang ada dihadapannya kini adalah Alma versi terbaik yang pernah ia kenal. kepompong yang dulu pernah ia singkirkan telah berubah menjadi kupu - kupu yang indah. Reyhan ingat kalau neneknya pernah bilang bahwa anak yang lucu dan cantik pada saat kecil belum tentu akan tetap seperti itu saat dewasa. namun anak yang manis akan bertambah menarik setelah melewati masa akil baliq nya. entah benar atau tidak teori sang nenek, mungkin berlaku pada Alma saja.
Alma merasa kurang nyaman dengan tatapan yang ditunjukkan Reyhan padanya. setelah mengabsen setiap inci tubuhnya sekarang mengunci tepat dibola matanya. harusnya tadi Alma menunggu Alex saja agar bisa berangkat bersama, bukannya duluan seperti sekarang. karena Alex masih punya urusan, Alma memilih berangkat duluan karena tidak ingin menunda lagi pertemuan dengan Reyhan. sudah berulang kali menangguhkan karena banyak kerjaan yang harus diselesaikan jadilah sekarang Alma memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Reyhan. Minimal sekali mereka memang harus bertemu.
" aku makan ya " ucap Alma memecah kebisuan diantara mereka. Alma belum makan siang padahal jam sudah menunjukkan pukul empat sore.
" ah ya, silahkan " jawab Reyhan tergagap. Reyhan juga ikut menikmati pesanannya sambil sesekali melirik pada Alma yang makan dengan tenang. tidak terganggu dengan kehadiran Reyhan.
Hingga selesai makan tidak ada pembicaraan diantara mereka.
" Alma " panggil Reyhan memulai pembicaraan diantara mereka " kakak mau minta maaf... meski sudah lama berlalu tapi kakak tetap ingin meminta maaf darimu karena sebelumnya tidak punya kesempatan "
Alma mengangguk ," aku maafkan, sudah terlalu lama juga, jadi tidak ada alasan untuk memendam amarah lagi "
Reyhan tersentuh dengan jawaban Alma yang mencerminkan kedewasaannya.
Sekelabat bayangan akan kemungkinan yang bisa terjadi mengusik hati Reyhan. andai ia dulu tulus ... andai ia mau memegang tangan Alma menjalani setiap perubahan hidupnya. pasti sekarang Reyhan menjadi orang yang berbahagia disamping Alma.
Reyhan juga berproses pastinya. kesadaran dirinya terbentuk seiring pertambahan usia juga.
Kenakalan masa remaja selalu punya ceritanya sendiri. tapi yang dilakukan oleh Reyhan tetap tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. seandainya bukan Alana orangnya pasti tidak akan jadi seperti ini.
" apa kalian masih bersama ? "
Reyhan menggeleng cepat.
" aku tidak keberatan jika kalian bersama. perasaan memang tidak bisa dipaksakan "
Ada perasaan tidak rela menyeruak didada Reyhan mendengar ucapan Alma yang menegaskan posisinya dihati Alma sekarang.
Melihat Alma melambaikan tangan memaksa Reyhan memutar badannya ke belakang. Alexander wiguna sedang berjalan kearah mereka dengan senyum mengembang. senyum dibibir Reyhan sendiri tidak jadi merekah begitu menyadari arah pandangan Alex yang sesungguhnya.
" Sayang kamu sudah nungguin lama ya ? " tanya Alex setelah sebelumnya mencium pelipis Alma sekilas. menarik kursi yang ada disamping Alma kemudian mendudukkan dirinya disana. semuanya tidak luput dari perhatian Reyhan. sejak kapan mereka jadi sedekat ini ?
" Hei bro, apa kabar ? " sapa Alex pada Reyhan tanpa ada niatan untuk bersalaman.
" Kabar baik " jawab Reyhan tersenyum canggung.
" Syukurlah kalau begitu "
Atmosfer yang tercipta diantara mereka tidak sesuai dengan basa basi yang mereka ucapkan. suasananya terasa kaku dan canggung karena Alex dan Reyhan sama - sama memindai lawan bicaranya. ada persaingan terselubung yang sedang mereka kibarkan.
" Kalian ...?? "
" Iya! jika pertanyaanmu apa kami punya hubungan " jawab Alex " rencananya sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan "
Alex mengusap pelan lengan Alma. Alma mengangguk mengiyakan ucapan Alex. kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
" bagaimana bisa kalian bersama kalau sebelumnya kalian sering tidak akur ?"
Alex tergelak mendengarnya. dibanding tidak percaya Reyhan lebih seperti tidak terima.
" Kamu bahkan jauh lebih jahat pada Alma dibandingkan aku dan yang lainnya "
Benar dugaan Alex, Reyhan tidak terima kalau Alma memilih Alex sebagai pendampingnya. Alex adalah trouble maker.
" Alma, kakak tidak salah dengarkan ?"
" Kamu nggak salah dengar " Alex tidak memberi kesempatan Alma menjawab.
" Selain jadi pacarnya kamu juga merangkap jadi jubir Alma ya ? " sindir Reyhan keki.
" Kalau iya kenapa ? nggak terima ?! "
Reyhan tersenyum mencemooh melihat Alex yang nyolot. sisi Alex yang satu ini ternyata belum hilang juga.
Alma jadi pusing melihat dua orang pria dewasa yang perang urat syaraf seperti bocah.
" Sebaiknya kamu fikir - fikir lagi sebelum menikah dengan dia " tunjuk Reyhan pada Alex " dia masih jauh dari dewasa ntar kamu menyesal lagi "
" Eh bang**t ! "
Alex bangkit ingin meraih kerah baju Reyhan tapi tidak jadi karena tangannya ditahan oleh Alma yang sudah membaca pergerakan Alex.
Alma menahan tangan Alex dengan memeluknya erat ," jangan diteruskan "bisiknya lembut ditelingan Alex. ditariknya Alex menjauh dari sana.
" tapi Yang dia itu sudah keterlaluan harus dikasih pelajaran " protes Alex.
" Biarkan saja, tidak ada untungnya meladeni dia "
" ada " jawab Alex ngeyel.
" apa ? " tanya Alma bersedekap setelah melepaskan tangan Alex .
" ngasih dia pelajaran agar gak bicara seenak jidatnya aja "
Alma mengangguk ," oke silahkan kembali kedalam "
Alma meninggalkan Alex yang terbengong.
Baru beberapa langkah berjalan Alma merasakan Alex yang membuntutinya.
" kenapa gak jadi ? " tanya Alma begitu mereka berjalan sejajar.
" habisnya kamu marah akukan jadi takut "
Alex memasang tampang melas andalannya. Alma menahan diri untuk tidak tergelak.
" ketawa aja Yang ... nggak ada yang larang kok "
" siapa juga yang mau ketawa, mau marah aku tuh ngeliat kamu yang gampang terpancing. aku nggak suka lihat orang berantam "
" aku nggak bakal kek gitu lagi, aku hanya akan terpancing sama kamu aja Yang ... "
Gombalan jayus ala Alex nggak banget deh. jangan sampai orang lain dengar, sampai orang lain dengar pasti Alma jadi malu sekali.
Bersambung