RUANG ICU

1864 Words

Di rumah sakit, waktu terasa berjalan dengan kejam. Lucas duduk di kursi tunggu, punggungnya membungkuk, tangan saling bertaut erat. Setiap kali pintu ruang trauma terbuka sedikit, jantungnya melonjak. Bayangan-bayangan buruk menyerbu pikirannya tanpa ampun. Bagaimana jika dia terlambat? Bagaimana jika malam itu—malam di rumahnya—menjadi awal sekaligus akhir segalanya? Rasa bersalah menggerogoti dadanya. Dia ingat kemarahannya, cemburunya, caranya memperlakukan Ayana seperti seseorang yang hampir kehilangan akal. Seorang dokter keluar dari ruang trauma. Lucas berdiri. “Keluarga Ayana Jonathan?” tanyanya. “Saya.” Lucas melangkah maju. Dokter itu melepas masker, ekspresinya serius. “Istri Anda mengalami cedera cukup parah akibat kecelakaan. Kami sudah melakukan penanganan awal, tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD