Hari pernikahan tiba dengan cuaca yang nyaris terlalu sempurna. Langit cerah, angin sejuk, dan matahari bersinar tanpa menyilaukan. Acara digelar di sebuah taman kecil yang tertutup pepohonan, jauh dari hiruk-pikuk kota. Kursi-kursi putih ditata sederhana. Tidak ada panggung megah, hanya lengkungan bunga dengan warna lembut. Undangan benar-benar terbatas. Keluarga dekat. Sahabat. Beberapa rekan kerja Ayana dan Lucas yang paling dipercaya. Tidak ada wartawan. Tidak ada keramaian. Ayana berdiri di balik tirai tipis, menggenggam buket bunga kecil. Tangannya dingin. Kelly berdiri di sampingnya sebagai pendamping. Gaunnya cantik, senyumnya sempurna. “Kau siap?” tanya Kelly. Ayana mengangguk, lalu ragu. “Kelly… kau baik-baik saja?” Kelly tertawa kecil. “Tentu. Ini harimu.” Namun Ayana

