Yudis menatap Ara yang berdiri sambil menahan tubuhnya untuk tidak mendekat. “Kenapa?” tanya Yudis sambil menatap wajah Ara yang terlihat panik. “I-itu, aku --- aku!” Ara tidak mampu menjawab pertanyaan Yudis dengan benar. Yudis kemudian tersenyum tipis melihat Ara yang kembali lagi menjadi pemalu. “Ya sudah, Mas tidur di kamar Mas saja,” balas Yudis pura-pura mengambek. “Iya Mas, nanti aku nyusul ke sana!” jawab Ara gugup. “A-aku harus mandi dulu,” jawab Ara. “Oke.” Yudis kemudian paham Ara mencoba mengulur waktu karena dia belum mandi. Yudis keluar kamar sambil tersenyum menggoda. Setelah Yudis keluar kamar. Ara menarik napas lega. Gugup karena dia belum siap disentuh Yudis kembali di saat dia masih belum mempersiapkan diri. Ara kemudian pergi ke kamar mandi. Membersihkan tu

